Prof. Muhammad Nurdin, Raih Penghargaan Muhammadiyah 2021
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 20 November 2021 - 10:00 WIB
Prof. Muhammad Nurdin saat menerima penghargaan dari Muhammadiyah. Foto: istimewa
Namanya, Prof. Muhammad Nurdin. Tahun 2021 ini, masa kejayaan bagi anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara ini. Dia mencatatkan namanya, 2 % Ilmuan Paling Berpengaruh di Dunia. Kamis (18/11) ia kembali menorehkan tinta emas setelah dirinya mendapat Penganugrahan Penghargaan Muhammadiyah 2021.
Pada milad ke 109 Muhammadiyah, Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara ini menjadi satu diantara 5 tokoh Muhammadiyah yang mendapat anugrah yang sama.
Muhammad Nurdin seorang terpelajar. Dia lahir di Ujung Pandang pada 6 Juni 1966. Mengenyam pendidikan S1 Ilmu Kimia di Universitas Hasanuddin, Makasar pada 1992, kemudian menyelesaikan pendidikan magister di University of Tasmania Australia pada 1998, dan pada tahun 2008 mendapat gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2008.
Baca juga: Resmi, Dyota Mahottama Marsudi Pimpin Bank Aladin Syariah
Muhammad Nurdin pada 2008-2009 kembali meneruskan pendidikan di tingkat post-doctoral di Universitas Indonesia untuk mendalami bidang studi Kimia Lingkungan Photoelectrocatalytic.
Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Muhammad Nurdin, banyak melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah terstandar Q1, menjadi narasumber pada seminar dan lokakarya nasional. Aktivitas tersebut mengantarka dirinya menjadi ilmuwan yang diakui, bahkan berhasil mendapat banyak penghargaan.
Atas kerja keras Muhammad Nurdin selama ini, banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Diantara penghargaan-penghargaan yang ia peroleh yaitu, 500 peneliti terbaik Indonesia Award dari Kemristek/BRIN tahun 2020, Dosen paling Produktif dalam BUka 50 Institusi Nasional dari Kemenristekdikti tahun 2017.
Pada milad ke 109 Muhammadiyah, Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara ini menjadi satu diantara 5 tokoh Muhammadiyah yang mendapat anugrah yang sama.
Muhammad Nurdin seorang terpelajar. Dia lahir di Ujung Pandang pada 6 Juni 1966. Mengenyam pendidikan S1 Ilmu Kimia di Universitas Hasanuddin, Makasar pada 1992, kemudian menyelesaikan pendidikan magister di University of Tasmania Australia pada 1998, dan pada tahun 2008 mendapat gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2008.
Baca juga: Resmi, Dyota Mahottama Marsudi Pimpin Bank Aladin Syariah
Muhammad Nurdin pada 2008-2009 kembali meneruskan pendidikan di tingkat post-doctoral di Universitas Indonesia untuk mendalami bidang studi Kimia Lingkungan Photoelectrocatalytic.
Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Muhammad Nurdin, banyak melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah terstandar Q1, menjadi narasumber pada seminar dan lokakarya nasional. Aktivitas tersebut mengantarka dirinya menjadi ilmuwan yang diakui, bahkan berhasil mendapat banyak penghargaan.
Atas kerja keras Muhammad Nurdin selama ini, banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Diantara penghargaan-penghargaan yang ia peroleh yaitu, 500 peneliti terbaik Indonesia Award dari Kemristek/BRIN tahun 2020, Dosen paling Produktif dalam BUka 50 Institusi Nasional dari Kemenristekdikti tahun 2017.