Awal Desember, Film Kun Anta Mulai Proses Syuting
Muhammad rifai akif
Ahad, 21 November 2021 - 07:53 WIB
Pemain film Kun Anta yang segera mulai proses syuting pada Desember depan. Foto: @rina.novita15/Instagram
Satu lagi film religi yang bakal ramaikan pentas perfilman nasional, Kun Anta yang berlatar kehidupan anak-anak santri.
Direktur Eksekutif Digital Network Aestetik (DNA) Rina Novita mengatakan "Di tengah industri entertainment yang meriah, Islam harus masuk di tengah-tengah itu dengan jalannya sendiri, jangan ikutin yang lagi tren," katanya saat wawancara dengan Langit7, Sabtu (20/11/2021).
Baca juga: Disney dan Pixar Suguhkan Boyband di Film "Turning Red"
Beralasan itu, DNA mengangkat film dengan latar belakang pesantren yang sarat nilai-nilai keislaman. Berbeda dengan kebanyakan film bergenre sejenis lainnya, Kun Anta tidak mengangkat isu percintaan sebagai bumbu film melainkan mengangkat permasalahan hewan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Film ini menceritakan tentang seorang santri pesantren Kun Anta yang begitu mencintai hewan. Dirinya berada di pesantren tersebut lantaran kedua orang tuanya bekerja di luar negeri.
Tak hanya menyuguhkan kehidupan sehari-hari santri di pondok, namun juga diisi dengan ragam konflik seperti keterlibatan lembaga konservatif hewan. Konflik dimulai dengan lepasnya hewan dari lembaga konservatif ke pesantren Kun Anta.
Rina mengaku membuat film ini tidak main-main, karena melibatkan pemain dan kru berkualitas.
Direktur Eksekutif Digital Network Aestetik (DNA) Rina Novita mengatakan "Di tengah industri entertainment yang meriah, Islam harus masuk di tengah-tengah itu dengan jalannya sendiri, jangan ikutin yang lagi tren," katanya saat wawancara dengan Langit7, Sabtu (20/11/2021).
Baca juga: Disney dan Pixar Suguhkan Boyband di Film "Turning Red"
Beralasan itu, DNA mengangkat film dengan latar belakang pesantren yang sarat nilai-nilai keislaman. Berbeda dengan kebanyakan film bergenre sejenis lainnya, Kun Anta tidak mengangkat isu percintaan sebagai bumbu film melainkan mengangkat permasalahan hewan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Film ini menceritakan tentang seorang santri pesantren Kun Anta yang begitu mencintai hewan. Dirinya berada di pesantren tersebut lantaran kedua orang tuanya bekerja di luar negeri.
Tak hanya menyuguhkan kehidupan sehari-hari santri di pondok, namun juga diisi dengan ragam konflik seperti keterlibatan lembaga konservatif hewan. Konflik dimulai dengan lepasnya hewan dari lembaga konservatif ke pesantren Kun Anta.
Rina mengaku membuat film ini tidak main-main, karena melibatkan pemain dan kru berkualitas.