Novel Islam Masuk Nominasi Penghargaan Sastra Bergengsi di Australia
Muhammad rifai akif
Senin, 22 November 2021 - 14:37 WIB
Novel The F Team karya muslimah keturunan Lebanon, Rawah Arja. Foto: @rawaharja/Instagram
Seorang penulis dan pengajar di Sydney, Rawah Arja menulis sebuah novel baru untuk menjembatani kesenjangan bagi pembaca muda. Novel yang ditulisnya tersebut kemudian dinominasikan untuk menerima penghargaan sastra paling bergengsi di Australia.
“Saya menulis buku untuk anak laki-laki dan perempuan agar merasa bahwa mereka berharga, bahwa mereka penting. Bahwa meskipun hidup bisa berlalu, dan mereka pikir mereka tidak terwakili atau bahwa orang tidak peduli dengan mereka, ada seseorang yang selalu mengawasi mereka,” kata Rawah Arja dikutip dari laman SBS News pada (22/11).
Baca juga: Abdulrazak Gurnah Raih Penghargaan Nobel Sastra 2021
Rawah menambahkan ia ingin memberi mereka ruang yang aman dan bisa mengatakan, 'Hei, kami umat Muslim tidak selalu orang jahat'.
"Dan saya ingin mereka bisa membacakan cerita dari seseorang yang terlihat dan terdengar seperti mereka.” kata Arja.
Rawah merupakan keturunan Lebanon yang lahir dan besar di Punchbowl di barat daya Sydney. Sudah 10 tahun Rawah menjadi tenaga pengajar di Sydney Barat, selama itu pula dirinya mendorong siswa-siswanya untuk mengambil buku dan membaca.
Novel debutnya, 'The F Team', terpilih di berbagai penghargaan sastra bergengsi di Australila. Termasuk Penghargaan Sastra Perdana Menteri 2021 yang diumumkan Oktober lalu, masuk dalam kategori sastra muda. Pemenang penghargaan tersebut rencananya akan diumumkan pada Desember mendatang.
“Saya menulis buku untuk anak laki-laki dan perempuan agar merasa bahwa mereka berharga, bahwa mereka penting. Bahwa meskipun hidup bisa berlalu, dan mereka pikir mereka tidak terwakili atau bahwa orang tidak peduli dengan mereka, ada seseorang yang selalu mengawasi mereka,” kata Rawah Arja dikutip dari laman SBS News pada (22/11).
Baca juga: Abdulrazak Gurnah Raih Penghargaan Nobel Sastra 2021
Rawah menambahkan ia ingin memberi mereka ruang yang aman dan bisa mengatakan, 'Hei, kami umat Muslim tidak selalu orang jahat'.
"Dan saya ingin mereka bisa membacakan cerita dari seseorang yang terlihat dan terdengar seperti mereka.” kata Arja.
Rawah merupakan keturunan Lebanon yang lahir dan besar di Punchbowl di barat daya Sydney. Sudah 10 tahun Rawah menjadi tenaga pengajar di Sydney Barat, selama itu pula dirinya mendorong siswa-siswanya untuk mengambil buku dan membaca.
Novel debutnya, 'The F Team', terpilih di berbagai penghargaan sastra bergengsi di Australila. Termasuk Penghargaan Sastra Perdana Menteri 2021 yang diumumkan Oktober lalu, masuk dalam kategori sastra muda. Pemenang penghargaan tersebut rencananya akan diumumkan pada Desember mendatang.