Anggota DPR: Program Tanam Singkong Kebijakan Keliru
Jaja Suhana
Selasa, 23 November 2021 - 22:35 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka saat rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2021). (Foto: DPR RI)
Anggota Komisi IV DPR RI, Suhardi Duka, mengkritik program tanam singkong dalam proyek food estate yang dicanangkan pemerintah. Kebijakan ini dirasa keliru karena seperti membuang emas demi mendapatkan perak.
Menurut Suhardi, program tanam singkong dalam proyek food estate pemerintah adalah kebijakan keliru. Sebab, proyek tersebut dilakukan dengan cara mengkonversi kawasan hutan yang masih alami, untuk diganti dengan tanam singkong sebagai upaya menambah cadangan pangan strategis.
Baca juga:Ketua DPR Desak Pertamina Lakukan Audit Sistem Pengamanan Kilang
"Kawasan hutan yang masih alami itu bagaikan emas. Jadi, kita membuang emas untuk menanam sesuatu yang bagaikan perak," kata Suhardi seperti dikutip dari laman Parlementaria, Selasa (23/11).
"Bayangkan, bagaimana daya dukung ekonomi terhadap singkong itu dibandingkan dengan daya dukung ekonomi terhadap lingkungan itu sendiri. Kita salah mengambil prioritas dalam mengambil kebijakan," ujarnya.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menjelaskan jika kepentingan rakyat dalam proyek food estate tersebut dinilai lebih kecil dibandingkan kepentingan perusahaan (korporasi) yang mengelolanya, atau yang disebut dengan off-taker.
Atas hal tersebut, Suhardi meminta pemerintah tidak mengambil kebijakan yang bersifat jangka pendek dan bersifat ekonomi semata. Ia menilai seharusnya ada anggaran yang besar untuk proyek food estate lebih baik dialihkan saja untuk subsidi petani dalam bentuk bantuan pupuk dan sejenisnya.
Menurut Suhardi, program tanam singkong dalam proyek food estate pemerintah adalah kebijakan keliru. Sebab, proyek tersebut dilakukan dengan cara mengkonversi kawasan hutan yang masih alami, untuk diganti dengan tanam singkong sebagai upaya menambah cadangan pangan strategis.
Baca juga:Ketua DPR Desak Pertamina Lakukan Audit Sistem Pengamanan Kilang
"Kawasan hutan yang masih alami itu bagaikan emas. Jadi, kita membuang emas untuk menanam sesuatu yang bagaikan perak," kata Suhardi seperti dikutip dari laman Parlementaria, Selasa (23/11).
"Bayangkan, bagaimana daya dukung ekonomi terhadap singkong itu dibandingkan dengan daya dukung ekonomi terhadap lingkungan itu sendiri. Kita salah mengambil prioritas dalam mengambil kebijakan," ujarnya.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menjelaskan jika kepentingan rakyat dalam proyek food estate tersebut dinilai lebih kecil dibandingkan kepentingan perusahaan (korporasi) yang mengelolanya, atau yang disebut dengan off-taker.
Atas hal tersebut, Suhardi meminta pemerintah tidak mengambil kebijakan yang bersifat jangka pendek dan bersifat ekonomi semata. Ia menilai seharusnya ada anggaran yang besar untuk proyek food estate lebih baik dialihkan saja untuk subsidi petani dalam bentuk bantuan pupuk dan sejenisnya.