Dzikir Subhanallah Saat Melihat Keindahan dan Suatu yang Takjub
Fajar adhitya
Rabu, 24 November 2021 - 11:44 WIB
ilustrasi berdzikir dengan tasbih (foto: langit7.id/istock).
Kalimat tasbih (subhanallah) dapat dibaca saat melihat keindahan atau hal-hal yang membuat takjub. Subhanallah adalah dzikir yang mengandung makna kesempurnaan Allah dari segala kekurangan dan kejelekan.
Dengan mengucapkan subhanallah saat melihat keindahan atau ketakjuban, si pengucap mengakui bahwa tidak ada sifat, atau perbuatan Allah yang kurang sempurna, dan tercela. Kita mengakui bahwa tidak ada ketetapan-Nya yang tidak adil terhadap makhluknya termasuk terhadap si pengucap.
Firman Allah dalam Surat Al Isra ayat 1:
Baca Juga:Bolehkah Orang yang Junub Masuk ke Dalam Masjid?
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Pada ayat tersebut, Allah menggambarkan peristiwa Isra Miraj dengan menyatakan pujian atas diri-Nya yang Maha Suci. Ayat pertama Surat Al Isra ini menunjukkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya dengan memperjalankan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al Aqsha, Palestina dalam satu malam.
Dengan mengucapkan subhanallah saat melihat keindahan atau ketakjuban, si pengucap mengakui bahwa tidak ada sifat, atau perbuatan Allah yang kurang sempurna, dan tercela. Kita mengakui bahwa tidak ada ketetapan-Nya yang tidak adil terhadap makhluknya termasuk terhadap si pengucap.
Firman Allah dalam Surat Al Isra ayat 1:
Baca Juga:Bolehkah Orang yang Junub Masuk ke Dalam Masjid?
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Pada ayat tersebut, Allah menggambarkan peristiwa Isra Miraj dengan menyatakan pujian atas diri-Nya yang Maha Suci. Ayat pertama Surat Al Isra ini menunjukkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya dengan memperjalankan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al Aqsha, Palestina dalam satu malam.