Muslimah Amerika
Valerie Shirley Sebarkan Islam Penuh Cinta di Komunitas Tuli
Muhammad rifai akif
Rabu, 24 November 2021 - 14:21 WIB
Valaerie Shirley saat menerjemahkan khutbah jumat bagi jamaah. Foto: Sahan Journal
Merupakan sebuah anugerah dan keistimewaan memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Sebagai orang tua dengan anak berkebutuhan khusus pastinya memiliki jadwal yang pasti berbeda dengan orang tua kebanyakan.
Seperti buah hati dari Valerie Shirley yang memiliki buah hati, Musab Drake yang kehilangan pendengaran saat usianya masih di bawah satu tahun. Selain itu Musab juga didiagnosa menderita gangguan kognitif.
Saat itu yang langsung terlintas dalam benak Shirley adalah Linda Bove, aktris tuna rungu yang ada di acara anak-anak, Sesame Street. Shirley lantas berpikir untuk belajar bahasa isyarat.
Baca juga : Willow Wilson, Muslimah di Balik Kepopuleran Superhero Ms Marvel
Shirley tak hanya belajar bahasa isyarat Amerika saja, tapi dia menjadi pengajar di sekolah negeri khusus anak-anak tuli. Sementara dia dan keluarganya harus terus berkomunikasi dengan Musab, yang disadarinya itu saja tidak cukup. Shirley khawatir bagaimana nanti Musab bisa berkomunikasi dengan lingkungannya.
Memilih masjid sebagai ladang dakwah
Saat Drake tumbuh, Shirley dan keluarganya terus membenamkan diri dalam bahasa isyarat. Pada saat dia berada di puncak usia 6 tahun, keluarga itu membawa upaya mereka ke masjid setempat.
Seperti buah hati dari Valerie Shirley yang memiliki buah hati, Musab Drake yang kehilangan pendengaran saat usianya masih di bawah satu tahun. Selain itu Musab juga didiagnosa menderita gangguan kognitif.
Saat itu yang langsung terlintas dalam benak Shirley adalah Linda Bove, aktris tuna rungu yang ada di acara anak-anak, Sesame Street. Shirley lantas berpikir untuk belajar bahasa isyarat.
Baca juga : Willow Wilson, Muslimah di Balik Kepopuleran Superhero Ms Marvel
Shirley tak hanya belajar bahasa isyarat Amerika saja, tapi dia menjadi pengajar di sekolah negeri khusus anak-anak tuli. Sementara dia dan keluarganya harus terus berkomunikasi dengan Musab, yang disadarinya itu saja tidak cukup. Shirley khawatir bagaimana nanti Musab bisa berkomunikasi dengan lingkungannya.
Memilih masjid sebagai ladang dakwah
Saat Drake tumbuh, Shirley dan keluarganya terus membenamkan diri dalam bahasa isyarat. Pada saat dia berada di puncak usia 6 tahun, keluarga itu membawa upaya mereka ke masjid setempat.