Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home sosok muslim detail berita
Muslimah Amerika

Valerie Shirley Sebarkan Islam Penuh Cinta di Komunitas Tuli

muhammad rifai akif Rabu, 24 November 2021 - 14:21 WIB
Valerie Shirley Sebarkan Islam Penuh Cinta di Komunitas Tuli
Valaerie Shirley saat menerjemahkan khutbah jumat bagi jamaah. Foto: Sahan Journal
LANGIT7.ID - - Merupakan sebuah anugerah dan keistimewaan memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Sebagai orang tua dengan anak berkebutuhan khusus pastinya memiliki jadwal yang pasti berbeda dengan orang tua kebanyakan.

Seperti buah hati dari Valerie Shirley yang memiliki buah hati, Musab Drake yang kehilangan pendengaran saat usianya masih di bawah satu tahun. Selain itu Musab juga didiagnosa menderita gangguan kognitif.

Saat itu yang langsung terlintas dalam benak Shirley adalah Linda Bove, aktris tuna rungu yang ada di acara anak-anak, Sesame Street. Shirley lantas berpikir untuk belajar bahasa isyarat.

Baca juga : Willow Wilson, Muslimah di Balik Kepopuleran Superhero Ms Marvel

Shirley tak hanya belajar bahasa isyarat Amerika saja, tapi dia menjadi pengajar di sekolah negeri khusus anak-anak tuli. Sementara dia dan keluarganya harus terus berkomunikasi dengan Musab, yang disadarinya itu saja tidak cukup. Shirley khawatir bagaimana nanti Musab bisa berkomunikasi dengan lingkungannya.

Memilih masjid sebagai ladang dakwah
Saat Drake tumbuh, Shirley dan keluarganya terus membenamkan diri dalam bahasa isyarat. Pada saat dia berada di puncak usia 6 tahun, keluarga itu membawa upaya mereka ke masjid setempat.

Putri tertua Shirley, Mallerie, memiliki keterampilan bahasa isyarat melebihi ibunya. Mallerie, yang kini berusia 34 tahun, menjadi juru bahasa bersertifikat ASL (Amerika Sign Language) dan mulai menjadi juru bahasa sukarela di Masjid An-Nur. Shirley segera mengikuti contoh putrinya dan mulai menerjemahkan di masjid.

Shirley mengatakan bahwa dia dan putrinya awalnya mulai menerjemahkan di masjid, karena mereka melihat banyak jemaah tunarungu tidak memahami “alasan Islam.”

Valerie Shirley Sebarkan Islam Penuh Cinta di Komunitas Tulia,
Valerie Shirley dan anak perempuannya, Alma Jean Shirley. Foto: Women Press

Terlalu sering, Shirley menemukan Muslim tunarungu yang hanya tahu agama mereka sebagai kepercayaan karena faktor keturunan semata. Shirley ingin mengajari jemaah tunarungu tentang hubungan spiritual yang lebih dalam tentang bagaimana praktik budaya Islam ini menghubungkan Muslim secara langsung dengan kekuatan Arsy di langit 7.

“Mereka akan berdoa, mereka akan mengenakan jilbab mereka, mereka mencoba yang terbaik untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh keluarga mereka selama bertahun-tahun,” katanya.

“Tapi mereka tidak mengerti mengapa? Mereka tidak tahu apa itu Islam?"

"Sebagai Muslim, kami diajarkan untuk menyebarkan cinta untuk kemanusiaan, dan komunikasi adalah kunci untuk berhubungan. Kalau Anda tidak bisa berkomunikasi, itu sama saja memutuskan hubungan itu sendiri," kata Shirley seperti dilansir dari Womens Press.

Lebih jauh, dia ingin putranya menyelami kekayaan ajaran dan budaya Islam.

“Islam adalah tentang kedermawanan. Ini tentang cinta dan kepedulian dan berbagi, ”katanya. “Tidak bisa memahami [Islam] sebagai fondasi nilai-nilai keluarga Anda? Saya tidak bisa membayangkan tidak bisa berbagi itu dengan putra saya,' kata Shirley.

Shirley bertemu dengan orang-orang tuli dari keluarga Muslim yang sering terputus atau terasing dari keluarga mereka. Dia tidak menginginkan itu untuk putranya.

“Saya ingat melakukan pencarian ini untuk mencari Muslim Tuli,” kenangnya, berpikir, “Musab tidak mungkin menjadi satu-satunya di dunia.”

Pencariannya mengarah ke grup Global Deaf Muslim, yang berfokus pada mengintegrasikan orang-orang Tunarungu dan orang-orang yang sulit mendengar ke dalam ummah, atau komunitas Muslim.

Shirley membantu GDM memperoleh status nirlaba di Amerika Serikat, tetapi fokus organisasi tersebut benar-benar tidak mendukung kebutuhan Tunarungu di Minnesota, yang mencakup imigran tanpa akses komunikasi isyarat.

“Banyak imigran dari Somalia tidak memiliki bahasa isyarat resmi,” Shirley menjelaskan.

Beberapa pengungsi yang tinggal di Kenya memiliki akses ke pendidikan tunarungu di sana, dan beberapa belajar membaca bibir dalam bahasa Kiswahili, Somalia, atau bahasa lainnya. Namun begitu di Amerika, imigran baru ditempatkan di kelas bahasa Inggris remedial.

"Sangat sulit untuk mempelajari bahasa yang tidak dapat Anda dengar," kata Shirley, "dan jika Anda tidak memiliki bahasa dasar untuk membangunnya, itu dua kali lebih sulit."

Pada tahun 2013, Shirley mendirikan Minnesota Deaf Muslim Community (MDMC), sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mendukung kebutuhan kompleks Muslim Tuli, termasuk dukungan literasi, akses ke shalat Jumat, dan membantu menerjemahkan dokumen imigrasi dan dokumen negara bagian dan federal lainnya.

MDMC bahkan mampu menghubungkan juru bahasa ASL dengan juru bahasa Tuli yang mampu menerjemahkan bahasa isyarat Afrika.

“Hambatan akses masih sangat nyata,” katanya.

Ini adalah kerja keras menyulap karier, organisasi nirlaba, praktik keagamaan, dan keluarga, tetapi Shirley menyambut tantangan itu.

“Kecintaan saya pada Islam mendorong saya untuk menyentuh hati sebanyak mungkin,” katanya.

Hari ini, Musab remaja laki-laki yang tumbuh dengan kisah hidupnya yang dibagikan Shirley dengan orang tua yang cemas dari anak-anak Tunarungu.

"Sejujurnya saya memberi tahu mereka bahwa ini akan membuka dunia baru yang tidak pernah Anda harapkan."

Shirley tidak pernah mengantisipasi peran barunya, tetapi dia menikmatinya.

“Semakin banyak koneksi yang dapat Anda buat, semakin banyak orang yang dapat Anda sentuh, semakin banyak yang dapat Anda pelajari dan pengaruhi [orang lain]. Itu sebabnya saya menjadi guru,” katanya.

“Belajar sepanjang hayat adalah keahlian saya. Semakin banyak Anda tahu, semakin Anda tumbuh.”

Membantu muslim tuli untuk urusan lain
Shirley memperkirakan sekitar 100 orang di komunitas Muslim tuli di Minnesota telah menggunakan layanan organisasinya. Sebagian besar adalah pendatang.

Baca juga: Hilal Ibrahim Muslimah Turunan Somalia yang Sukses Pasarkan Hijab di AS

Tidak hanya menjadi penerjemah saat khutbah dan tausiah. Sebagian besar dari apa yang dilakukan untuk Komunitas Muslim Tuna Rungu Minnesota adalah membantu menerjemahkan dokumen penting seperti pengembalian pajak, formulir imigrasi, aplikasi perumahan, dan formulir Program Bantuan Nutrisi Tambahan.

Organisasinya tergolong masih sangat kecil, mempekerjakan 3 juru bahasa isyarat dengan sistem kerja paruh waktu. Ke depan akan diperbanyak dan dengan sistem full time.

Shirley yang merupakan salah satu dari 3 penerjemah tersebut mengaku gaji yang diterimanya diberikan kembali ke rekening organisasinya sebagai sedekah.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)