LANGIT7.ID - , - Saat beranjak dewasa, desainer pakaian muslim Hilal Ibrahim (27) mengalami kesulitan menemukan hijab dan busana tertutup lainnya yang dibutuhkan seorang muslimah.
Berangkat dari pengalamannya tersebut, kini muslimah di Amerika Serikat mudah mendapatkan kebutuhan pakaian dan hijabnya melalui produk rancangannya di ritel terbesar di kawasan Baltimore, Washington, Amerika Serikat.
Baca juga: 7 Desainer Indonesia Tampil di Fashion Show KJRI New YorkHilal Ibrahim merupakan CEO dan pendiri Henna & Hijabs (H&H) yang memulai perusahaannya tahun 2017 dan memperkenalkan koleksi kebutuhan muslimah Amerika. Produk ini menjadi koleksi hijab mewah pertama yang dijual di dalam toko retail di AS.
"Sangat menyenangkan melihat gadis-gadis muda Muslim datang ke toko dan melihat jilbab di atas manekin," kata Hilal yang dilansir dari laman Pacth.com.
Hilal Ibrahim adalah desainer keturunan Somalia yang lahir di California Selatan dan dibesarkan di Minneapolis, Minnesota. Baginya, iman, kesehatan, dan kecantikan adalah benang merah yang menghubungkan bisnisnya dengan dunia mode.
“Hingga saat ini, banyak wanita Muslim harus pergi ke beberapa toko untuk menemukan pakaian lengkap termasuk jilbab, tetapi melalui kemitraan ini, kami membuat mode sederhana lebih mudah diakses oleh jutaan wanita Muslim di AS dan Kanada – yang sekarang dapat berjalan kaki ke Nordstrom dengan percaya diri dan melihat diri mereka terwakili di seluruh toko," kata Hilal.
Hilal mengatakan dirinya banyak terinspirasi dari nilai-nilai Islam.
“Kami diajari untuk rendah hati dan baik hati, tetapi juga cantik luar dan dalam. Terkadang masyarakat mengatakan kepada kita bahwa kita tidak bisa cantik dengan hijab. Saya ingin mengatakan kepada para wanita, 'Kamu cantik karena kamu mengenakan jilbab, tidak terlepas dari itu.'" kata Hilal.
Di laman resmi H&H, sebagai seorang Muslim-Amerika, dia mengaku bangga dari mana dia berasal dan terinspirasi untuk membuat perubahan positif dalam mode.
"Anda tidak perlu mengubah siapa diri Anda untuk menyesuaikan diri." Dia berkata. "Saya di sini untuk memberi ruang bagi busana sederhana di meja."
Di musim gugur ini Hilal menawarkan 11 pola hijab tambahan untuk memenuhi tren musim gugur dan menawarkan bahan yang lembut dan nyaman untuk musim dingin. Koleksinya memiliki beragam bahan, mulai dari kain dari rajutan jersey kasual hingga sutra untuk acara khusus.
Merek ini juga menawarkan topi yang dapat membantu hijab agar tidak terlepas dengan tambahan pin aksesori.
Perancang berusia 27 tahun itu berharap koleksi tersebut tidak hanya meningkatkan aksesibilitas bagi pembeli wanita Muslim, tetapi dia ingin menunjukkan bahwa wanita Muslim itu penting bagi semua bagian masyarakat.
"Saya ingin menemukan cara untuk mengangkat jutaan gadis dan wanita muda untuk bermimpi besar, dan saya benar-benar ingin para wanita dan gadis muda yang terlihat seperti saya tahu bahwa representasi yang kalian lihat di toko malam ini benar-benar penting dan sangat penting," kata Hilal.
Christian Richardson, anggota Diversity, Inclusion and Belonging Program di Nordstrom, mengatakan Hilal Ibrahim adalah desainer hijab pertama di Nordstrom, tetapi ini bukan yang terakhir.
Baca juga: Dian Pelangi Desainer Hijab Inspiratif dan Penuh Prestasi"Kemitraan ini sangat penting bagi kami karena ini menunjukkan bagaimana kami ingin berkembang sebagai merek tetapi yang paling penting sebagai otoritas mode," kata Richardson. "Kami tidak dapat menjadi otoritas mode jika kami tidak inklusif dalam mode." Tambahnya.
Sebelumnya beberapa bulan lalu, Hilal juga meluncurkan hijab yang ramah lingkungan. Hilal yang pernah bekerja di rumah sakit sebagai phlebotomist, seorang pengambil darah pada tahun 2019, meluncurkan hijab medis.
Koleksi hijab medis itu ia desain dari bahan tahan lama agar pekerja medis terasa nyaman sepanjang hari.
(est)