LANGIT7.ID, - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York bersama dengan New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) menggelar acara Fashion Show di Ruang Pancasila, Gedung KJRI New York, Jumat (10/9). Acara dilaksanakan secara hybrid (offline dan online di media sosial KJRI New York).
Gelaran fashion show bertajuk "Batik Fashion and Culture" itu menghadirkan 5 designer/pemilik brand terkemuka asal Indonesia. Mulai dari Joni Permana featuring Kampoeng Tjibarani, Indah Darry, Sakamade Boutique by Tari Made, Mama Theodora by Theodora Matruttyu De Lima, dan DR. Rosaline Rumaseuw by Novi Palluch.
Dua designer diaspora Indonesia asal New York, yaitu Marry Indo by Merry Salmeri dan Sasmita Batik by Novi Palluch juga turut meramaikan acara fashion show tersebut.
Baca juga:
Sukses di NYFW 2022, Erigo dan Shopee Buka Pop-up Store di New YorkFashion Show dimulai dengan penampilan audio dan visual Tarawangsa dari Kampoeng Tjibarani Bandung, yang melambangkan upacara untuk menyambut kedatangan Dewi Sri (Sri Pohaci) yang dikenal sebagai Dewi Pertanian.
Selanjutnya, ada penampilan Batik corak Borneo karya designer Indah Darry, yang dilanjutkan penampilan busana dengan corak Batik Penari Bali dari designer Tari Made. Sementara itu, penampilan busana karya desainer Theodora Matrutty de Lima didominasi oleh kain tenun dengan desain yang terinspirasi oleh kearifan lokal dan alam daerah Maluku.
![7 Desainer Indonesia Tampil di Fashion Show KJRI New York]()
Designer Novi Palluch menampilkan busana santai dengan perpaduan warna cerah seperti biru muda, kuning, dan coklat muda yang cocok digunakan di saat musim panas. Acara ditutup dengan penampilan desain khusus Batik Papua dari Dr. Rosaline Rumaseuw by Indah Darry.
Kegiatan fashion show ini tak sekedar menjadi ajang promosi industri kreatif Indonesia, tapi juga menjadi peluang mempertemukan desainer dan pemilik brand dengan pelaku bisnis fashion di New York. Para designer batik Indonesia melihat New York yang telah re-opening sebagai peluang untuk melakukan penetrasi bisnis.
Selain itu, gelaran fashion show ini juga turut mempromosikan Indonesia yang multi etnik dan budaya, direfleksikan dengan corak batik nusantara, yaitu Jawa Barat, Kalimantan, Maluku, Bali dan Papua serta dari sisi geografis mengilustrasikan masyarakat Indonesia yang agraris dan maritim.
Lebih dari 100 peserta yang berasal dari make-up artist, model, dosen-dosen jurusan fesyen, Konsul Jenderal ASEAN di New York, vlogger, dan pebisnis fesyen turut meramaikan acara tersebut. Para tamu undangan berkesempatan untuk menyaksikan peragaan busana dan aksesoris designer Indonesia yang juga tampil di New York Fashion Week (NYFW).
Baca juga:
Gaya Anggun Classy Risty Tagor dengan Inner Hijab KerutFashion show ini juga melibatkan partisipasi publik, antara lain menampilkan model lintas generasi (tua-muda), multi-etnik, WNI maupun WN Amerika termasuk diaspora Indonesia. Ketua DWP KJRI New York Endang Arifi turut menjadi peragawati dengan menampilkan busana karya desainer Joni Permana dan Indah Darry.
Executive Director The National Arts of New York, Ben Hartley, turut mengapresiasi acara yang menampilkan kebudayaan Indonesia tersebut. Pihaknya pun tertarik untuk melakukan kerja sama.
(sof)