LANGIT7.ID - Industri
fashion muslim di Indonesia semakin berkembang pesat. Tidak hanya itu, industri busana muslim sekarang ini semakin menampakkan keistimewaannya hingga bisa membaur dengan mode
fashion lainnya.
Tren-tren baru terus bermunculan dan selalu mendapat antusiasme dari berbagai kalangan untuk lebih tertarik mengenakan pakaian muslim untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Dan tentunya tetap menyesuaikan dengan syariat berbusana dalam Islam.
Meningkatnya industri fashion muslim ini tidak lepas dari munculnya berbagai pelaku kreatif yang melahirkan inovasi-inovasi. Salah satunya yang cukup dikenal di dunia
fashion muslim adalah
desainer hijab, Dian Pelangi.
Bisnis KeluargaNama Dian Pelangi eksis di dunia
fashion sejak tahun 2008. Karier
fashion-nya bermula dari meneruskan bisnis keluarga dengan merek “Dian Pelangi” yang telah dibangun oleh kedua orangtuanya Djamaloedin Sindon dan Hernani Mansyur sejak kurang lebih 30 tahun silam.
Pemilik nama asli Dian Wahyu Utami ini, berhasil menjadi desainer hijab muda yang berprestasi dan membuktikan bahwa keberhasilannya bukan semata-mata hanya karena meneruskan bisnis orang tua.
“Memang banyak yang bilang, ah, Dian Pelangi mah gampang tinggal nerusin doang. Tapi nerusin itu buat aku gampang-gampang susah. Gampang karena memang sudah ada, tapi susah karena, bisa nggak meneruskan usaha yang sudah besar, yang sudah jalan? karena bisa saja resikonya jadi mundur atau sebaliknya tambah maju. Tapi Alhamdulillah sekarang orang-orang bisa lihat Dian Pelangi seperti apa,” kisah Dian, dikutip dari wawancaranya untuk Wolipop tahun 2012 silam.
Dunia FashionBisnis keluarga di bidang
fashion yang sudah dibangun sejak ia dilahirkan, membuat Dian mau tidak mau turut memberi minat pada fashion sedari kecil. Dikutip dari Wikipedia, lulus SMP, Dian langsung melanjutkan studinya di SMK 1 Pekalongan dengan jurusan tata busana, selanjutnya perempuan kelahiran Palembang, 14 Januari 1991 tersebut melanjutkan sekolah di Ecole superieure des arts et techniques de la mode (ESMOD) dan lulus pada tahun 2008.
Setelah menyelesaikan studinya, tepatnya saat ia berusia 18 tahun. Dian bergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPM) dan menjadi anggota termuda kala itu. Tidak hanya itu, di tahun 2009, Dian melaksanakan
fashion show pertamanya di Melbourne
Islamic Fashion dan untuk pertama kalinya, Dian berhasil memamerkan baju ciptaannya di panggung Jakarta
Fashion week bersama dengan para desainer senior.
Dikutip dari wawancaranya di program Jendela Inspirasi (15/10/2015), Dian bercerita tentang hal yang memotivasi Dian untuk menciptakan desain-desain baju muslim untuk pasar anak muda dengan harga terjangkau.
“Pada intinya pada saat itu, aku pingin menyediakan busana muslim, yang keren untuk para remaja muslim. Karena saat itu masih sangat jarang, dan kebanyakan (yang dijual) baju muslim untuk ibu-ibu atau wanita dewasa, karena aku sendiri yang anak muda juga susah mencari baju muslim yang keren dan karya desainer dan harga terjangkau,” ungkapnya.
Dian pun sangat bersyukur, niatnya untuk mempermudah muslimah remaja dengan merintis label DP by Dian, bisa diterima oleh masyarakat. Desain kekinian, motif tye die dan warna-warna cerah sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi koleksi dari karya-karya Dian Pelangi.
PrestasiSelain bertanggung jawab atas pengelolaan bisnis, Dian juga berperan dalam melahirkan desain-desain baju muslim yang kini telah berhasil meraih prestasi di kancah internasional.
Koleksi-koleksi Dian Pelangi telah dua kali tampil di ajang fashion bergengsi dunia New York
Fashion Week. Lalu di Paris
Fashion Week dan juga London
Fashion Week. Baju rancangannya pun selalu mendapat pujian dari para penonton yang hadir di pergelaran tersebut.
Karena baju rancangannya sering dipamerkan dan selalu mendapat apresiasi di
event-event internasional, hal tersebut secara tidak langsung juga memberi dampak pada perkembangan tren
fashion hijab di mata dunia. Dian Pelangi seperti menjadi pacuan bagi para creator
fashion hijab lain untuk saling memunculkan pakaian muslim modern yang berusaha untuk hadir dan mencoba peruntungan bersaing dengan brand Dian Pelangi.
Sosok Dian Pelangi telah menjadi pribadi yang inspiratif dan menjadi panutan bagi para anak muda muslim di Indonesia saat ini. Kreativitas dan perjuangannya berdampak positif terhadap banyak anak muda yang juga bercita-cita untuk menjadi desainer hijab yang bisa mendunia.
Di usia 27 tahun, Dian Pelangi, masuk ke dalam daftar
Forbes 30
under 30, dinobatkan sebagai salah satu dari 30 anak muda Asia paling berpengaruh di dunia, versi majalah Forbes.
Daftar tersebut berisi deretan nama pebisnis dari 24 negara di Asia-Pasifik yang memberikan pengaruh besar terhadap dunia bisnis sebelum berumur 30 tahun. Dilansir Forbes, Dian Pelangi terpilih karena dianggap mampu membawa modernitas ke pasar mode.
Hijab Bukan TrenDian Pelangi dalam bisnisnya juga memiliki misi atas rasa tanggung jawab sebagai muslimah yang berkewajiban memakai hijab atau kerudung, untuk bisa menjalankan bisnis ini tidak hanya sekedar membentuk tren. Ia berpesan agar orang-orang tidak menggunakan hijab hanya karena tren dan bisa dilepas jika suatu saat tren berganti.
“Salah banget kalau ada yang bilang hijab itu tren, hijab itu adalah pakaian yang memang wajib untuk para muslimah, cuman (tren) fashionnya aja yang berganti, itu aja sih simpelnya,” ungkapnya.
Dian juga tidak memungkiri bahwa dirinya juga masih terus belajar. Ia juga menyampaikan bahwa jika ada yang masih salah kaprah soal hijab, ingin tahu lebih banyak tentang hijab dan belajar memakai hijab, dengan senang hati untuk dirangkul dan belajar bersama.
“Menurut aku, ya, banyak cara yang lebih baik buat mengingatkan gitu, jangan judgemental gitu ya, dan ya itu dia kita harus rangkul, kita nggak boleh malah menyerang mereka,” pungkasnya.
Dari sosoknya, Dian Pelangi juga seolah menggambarkan, bahwa wanita muslimah yang berkewajiban menutup aurat dengan kerudung atau hijab, tetap bisa melakukan segala hal positif yang bahkan bisa berdampak baik untuk dunia tanpa harus merasa terbatasi atau takut akan perkataan negatif dari orang lain dan perempuan bisa berkarya untuk meraih mimpi dan cita-citanya.
Sumber: diolah dari berbagai sumber(jqf)