Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 15 April 2026
home sosok muslim detail berita

Aisha Bewley: Terjemahkan Ratusan Kitab, Bawa Turats ke Barat

Muhajirin Selasa, 01 November 2022 - 19:24 WIB
Aisha Bewley: Terjemahkan Ratusan Kitab, Bawa Turats ke Barat
Aisha Abdurrahman Bewley (foto: Facebook/The Lady Aisha College)
LANGIT7.ID - Dalam tradisi keilmuan Islam dikenal istilah Turats yang bermakna kitab dan warisan ulama klasik atau terdahulu. Biasanya Turats beredar di negara Islam, bahkan sebatas di kalangan ulama atau pesantren. Namun berkat jasa seorang muslimah bernama Aisha Abdurrahman Bewley, Turats kini berhasil sampai ke negara-negara Barat.

Muslimah kelahiran Amerika pada 1948 itu aktif menerjemahkan karya-karya Islam klasik dari bahasa Arab ke bahasa Inggris. Sejak memeluk Islam pada 1968, dia telah menghabiskan lima dekade terakhir mempelajari referensi tradisi keilmuan islam. Dia juga membuat artikel untuk komunitas muslim dalam Bahasa Inggris.

Bahkan, dia bekerjasama dengan sang suami, Abdalhaqq Bewley, menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Inggris. Selain itu, buku-buku klasik yang telah diterjemahkan seputar buku-buku tafsir, hadits, kitab tentang hukum Islam (fikih), tasawuf, hingga buku sejarah Islam.

Baca Juga: Mengenal Ibnu Ajurrum, Penulis Kitab Jurumiyah yang Legendaris

Aisha merupakan muslimah yang menjadi penulis atau penerjemah kitab Islam klasik atau turats paling produktif. Katalog serikat pekerja WorldCat mencantumkan Aisha sebagai penulis atau penerjemah untuk 73 karya dalam 172 publikasi dalam 3 bahasa dan 855 perpustakaan.

Berkat jasanya itu, Aisha Abdurrahman Bewley menjadi Muslimah nomor 1 se-dunia dari 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Dia meraih penghargaan Women of The Year 2023 versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (TRISC).

Aisha memperoleh gelar MA dari University of California di Berkeley. Dia juga menghabiskan satu tahun di Universitas Amerika di Kairo, Mesir. Di sana, dia juga menghadiri seminar tentang tasawuf di Fakultas Filsafat Universitas Kairo.

Pada awal tahun 70-an, dia bertemu dan menjadi murid Syekh Dr Abdulqadir as-Sufi al-Murabit (w 2021). Dia mulai belajar mendalami ajaran Islam saat mengikuti ajaran Syekh Muhammad ibn al-Habib dari Meknes (w. 1972) di bawah arahan Syekh Abdulqadir.

Baca Juga: Pengertian Kitab Kuning, Identik dengan Pegangan Belajar Santri

Dari situ, Aisha mulai menerjemahkan karya-karya Islam klasik dari bahasa Arab ke bahasa Inggris. Dia terus melakukan pekerjaan itu tanpa henti. Dia berhasil menerjemahkan buku-buku Islami ke dalam bahasa Inggris yang sangat bermanfaat bagi komunitas muslim.

Tak hanya itu, banyak karya Aisha yang tersedia gratis di internet. Banyak pula yang telah diterbitkan menjadi buku. Salah satu buku terjemahan paling terkenal adalah kitab Al-Muwatta karya Imam Malik (Madinah Press, 1991) dan Ash-Syifa karya Qadi Iyad.

Terjemahan terkenal lainnya adalah seri buku Tabaqat Ibn Sa'd. Bekerja sama dengan suaminya, Syekh Abdalhaqq Bewley, Hajja Aisha telah menerjemahkan Al-Qur’an, dan Tafsir al-Qurtubi (sejauh ini 6 volume telah diterbitkan).

Dia juga aktif menulis. Beberapa buku yang telah dia terbitkan adalah The Subatomic World in the Qur’an (Diwan Press, 1980); Islam: the Empowering of Women (TaHa, 1999), dan Democratic Tyranny and the Islamic Paradigm (Diwan Press, 2018).

Baca Juga: Jaga Informasi dan Mudahkan Penelitian, 15 Manuskrip Tebuireng Didigitalisasi

Saat ini dia mengajar di Dallas College di Cape Town dan Lady Aisha College di Cape Town. Dia juga aktif memberikan kuliah umum di beberapa negara seperti Nigeria, Bermuda, Jerman, hingga Spanyol.

Perjuangkan Isu Perempuan

Buku Muslim Women: A Biographical Dictionary merupakan serial kedua dari buku Islam: The Empowering of Women. Buku biografi itu merupakan sumber referensi yang komprehensif tentang perempuan muslim sepanjang sejarah Islam dari abad pertama hingga sekira pertengahan abad ke-13.

“Ketika saya membaca referensi biografi saya, saya terkejut dengan jumlah referensi wanita, dan banyaknya wanita yang diwakili di semua bidang kehidupan, dari para sarjana hingga penguasa,” kata Aisha, dikutip dalam artikel yang ditulis Salim Al-Hassani di situs muslimheritage.com.

Baca Juga: Jarak Bukan Kendala, Komunitas Ini Rutin Kaji Kitab Secara Daring

Dalam buku itu, Aisha menekankan, peran muslimah tidak hanya terbatas pada pekerjaan rumah saja. Namun, Muslimah juga bisa aktif di berbagai bidang. Muslimah yang berbisnis masih bisa menjadi seorang ibu. Begitupun sarjana Muslimah masih menjadi seorang istri.

Dia juga mengungkapkan, banyak ulama-ulama tersohor yang memiliki guru perempuan. Seperti Ibnu Hajar yang belajar kepada 53 guru Muslimah, As-Sakhwai pernah belajar ke 68 muslimah, dan As-Suyuti belajar kepada 33 guru muslimah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 15 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)