LANGIT7.ID, Jakarta -
Kitab kuning merupakan salah satu materi yang dipelajari santri di
pondok pesantren (ponpes). Lalu sebenarnya apa isi dari buku tersebut serta bahasannya?
Pendakwah
Buya Yahya menjelaskan, kitab kuning hanya sebuah istilah yang mengacu pada fisik cetakannya. Kitab tersebut menggunakan kertas yang berwarna kuning karena merupakan redaksi lama.
"Kitab kuning itu istilah karena kitab terdahulu, yang sekarang sudah dicetak putih," katanya.
Baca Juga: Ketum PBNU Minta Tradisi Kaji Kitab Kuning DipertahankanAdapun kitab kuning yang paling dasar dipelajari di ponpes adalah terkait soal akhlak. Di antaranya seperti bidayatul hidayah atau ta'lim muta'alim.
Kedua kitab itu merupakan kitab kuning yang ringan dan biasa dipelajari para santri. Kitab tersebut memberikan ajaran soal akhlak dan akidah.
"Salah satu keistimewaan kitab itu adalah belajar soal adab. Terutama kepada guru, orang tua, kawan, ataupun orang lain," jelasnya.
Kendati demikian, Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menambahkan, kitab kuning biasanya ditulis dengan redaksi lama, sehingga tidak mudah dicerna oleh sebagian orang.
"Untuk itu perlu seorang guru atau ustadz yang pandai dan memahami untuk menjelaskan soal kitab kuning ini," tambahnya.
(bal)