home lifestyle muslim

Amy Atmanto: Butuh Regulasi yang Dukung Pelaku Industri Fashion Lokal

Ahad, 28 November 2021 - 10:03 WIB
Desainer Amy Atmanto. Foto: @amyatmanto/Instagram
Berbicara industri fesyen muslim di Indonesia sangat menarik, pasalnya pasar Tanah Air menjadi ketiga terbesar di dunia. Produk fashion muslim Indonesia potensial sebagai komoditas untuk mengintegrasikan kerja sama internasional dan menjadikannya sebagai pusat industri global.

Menurut Prof Bambang Setiaji selaku Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), pasar fesyen muslim di dunia yang mencapai 119,1 milyar USD atau setara dengan Rp 1.786 triliun. Hanya saja sayangnya, saat ini pasar tersebut dikuasai negara nonomuslim, Cina.

Selain Negeri Tirai Bambu, Turki, India, Uni Emirat Arab dan Bangladesh ikut menikmati muslim market ini. Melihat hal ini, Indonesia masih menjadi konsumen bukan pengisi pasar di industri ini.

Baca juga: Produk Fashion Muslim Bakal Dihadirkan di 5 Destinasi Super Prioritas

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo selaku Ketua Dewan Pakar PP MES dalam arahannya menekankan sejumlah hal penting terkait modest fashion antara lain meningkatkan aktivitas market research, menguatkan peran desainer dalam negeri dan mengangkat nillai tambah produksi UMKM, memfokuskan target pasar pada permintaan kelas menengah, serta akselerasi proses sertifikasi halal.

“Mari berjamaah, bersama-sama berkontribusi bersama mendorong hal ini untuk mewujudkan masa depan cerah bagi fashion muslim Indonesia di pasar global” ujar Perry dalam Muhadatsah Dewan Pakar MES edisi kelima dengan tema “Integrasi Ekosistem Usaha Syariah Sektor Sustainable Fashion: Sukses Berjamaah Sektor Fesyen melalui Penguatan Linkage antar Pelaku Usaha Syariah”.

Menanggapi hal tersebut, desainer sekaligus pengurus pusat MES Amy Atmanto mengatakan untuk dapat bersaing di pasar global dibutuhkan regulasi pemerintah. Terlebih barang dan bahan baku produk barang impor yang berkualitas diiringi dengan harga yang murah dan terjangkau, dibanding produk dalam negeri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bisnis fesyen fesyen muslim fesyen lokal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya