Bamsoet Dorong Kenaikan Uang Lauk Pauk Prajurit TNI
Jaja Suhana
Ahad, 28 November 2021 - 14:43 WIB
HUT TNI ke-72 di Batam. Foto: Langit7.id/iStock.
Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong agar uang lauk pauk bagi prajurit TNI dinaikkan. Dari semula Rp 60 ribu per hari yang berlaku rata di berbagai daerah, menjadi sebesar Rp 100 ribu bagi yang bertugas di Pulau Jawa dan Rp 150 ribu bagi yang bertugas di luar Pulau Jawa.
"Bagaimana prajurit bisa bertugas dengan baik, jika uang lauk pauknya hanya Rp 60 ribu per hari. Saya yakin dibawah kepemimpinan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, bisa meyakinkan Komisi I dan Banggar untuk menyetujui usulan yang sudah lama diperjuangkan Pak Andika Perkasa yang kini menjadi Panglima TNI," ujar Bamsoet saat memberikan sambutan dalam Turnamen Catur Tingkat Internasional, Memperebutkan Piala KSAD, di Gedung AH Nasution, Markas TNI AD, Jakarta, Ahad (28/11/21).
Mengenai turnamen catur, ia menjelaskan, di belahan dunia manapun, tumbuh kembang setiap cabang olahraga tidak semata dibangun sendiri oleh induk cabang olahraga. Melainkan harus ada keberpihakan, sinergi, dan kolaborasi dari segenap pemangku kepentingan.
Baca Juga:Ponpes SPMAA, ‘Kopassus’-nya Santri untuk Layani Umat
Ada peran serta berbagai entitas kelembagaan serta berbagai elemen masyarakat, khususnya pecinta olahraga, yang berkontribusi penting dalam pengembangan dunia olahraga. Ia mengapresiasi TNI AD di bawah komando KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang telah menyelenggarakan turnamen catur internasional pada hari ini.
"Turnamen ini adalah manifestasi nyata kepedulian TNI AD terhadap kemajuan dan perkembangan cabang olahraga catur di tanah air. Kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang penjaringan dan pembinaan atlet catur nasional," ujarnya.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, dengan semangat yang sama, saat dirinya memimpin DPR dan MPR RI, kedua lembaga perwakilan rakyat tersebut juga telah menyelenggarakan turnamen catur nasional sebanyak tiga kali, dengan antusiasme masyarakat yang sangat luar biasa, bahkan salah satunya tercatat dalam rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), sebagai penyelenggaraan Turnamen Catur dengan Peserta Master Terbanyak di Dunia.
"Bagaimana prajurit bisa bertugas dengan baik, jika uang lauk pauknya hanya Rp 60 ribu per hari. Saya yakin dibawah kepemimpinan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, bisa meyakinkan Komisi I dan Banggar untuk menyetujui usulan yang sudah lama diperjuangkan Pak Andika Perkasa yang kini menjadi Panglima TNI," ujar Bamsoet saat memberikan sambutan dalam Turnamen Catur Tingkat Internasional, Memperebutkan Piala KSAD, di Gedung AH Nasution, Markas TNI AD, Jakarta, Ahad (28/11/21).
Mengenai turnamen catur, ia menjelaskan, di belahan dunia manapun, tumbuh kembang setiap cabang olahraga tidak semata dibangun sendiri oleh induk cabang olahraga. Melainkan harus ada keberpihakan, sinergi, dan kolaborasi dari segenap pemangku kepentingan.
Baca Juga:Ponpes SPMAA, ‘Kopassus’-nya Santri untuk Layani Umat
Ada peran serta berbagai entitas kelembagaan serta berbagai elemen masyarakat, khususnya pecinta olahraga, yang berkontribusi penting dalam pengembangan dunia olahraga. Ia mengapresiasi TNI AD di bawah komando KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang telah menyelenggarakan turnamen catur internasional pada hari ini.
"Turnamen ini adalah manifestasi nyata kepedulian TNI AD terhadap kemajuan dan perkembangan cabang olahraga catur di tanah air. Kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang penjaringan dan pembinaan atlet catur nasional," ujarnya.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, dengan semangat yang sama, saat dirinya memimpin DPR dan MPR RI, kedua lembaga perwakilan rakyat tersebut juga telah menyelenggarakan turnamen catur nasional sebanyak tiga kali, dengan antusiasme masyarakat yang sangat luar biasa, bahkan salah satunya tercatat dalam rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), sebagai penyelenggaraan Turnamen Catur dengan Peserta Master Terbanyak di Dunia.