Pemerintah Tutup Pintu WNA dari 11 Negara untuk Cegah Penyebaran Omicron
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 28 November 2021 - 20:26 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Pemerintah melarang Warga Negara Asing (WNA) dari 11 negara untuk masuk ke Indonesia guna mengantisipasi penyebaran virus varian baru Omicron (B.1.1.529).
Ke 11 negara tersebut yaitu Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Leshoto, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong.
"Pelarangan masuk untuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara-negara tersebut. Kebijakan ini akan segera diberlakukan dalam waktu 1x24 jam," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers Minggu (28/11/2021).
Baca juga:Pemerintah Waspadai Peningkatan Kasus COVID-19 di 5 Provinsi
Bagi WNI yang sempat melakukan perjalanan ke 11 negara dimaksud, diminta untuk menjalani karantina selama 14 hari.
Luhut menegaskan daftar negara-negara tersebut bisa berkurang atau bertambah berdasarkan evaluasi secara berkala yang dilakukan pemerintah.
"Kita akan melihat 14 hari ke depan. Tapi kita akan terus evaluasi dari hari ke hari,"tegas Luhut.
Ke 11 negara tersebut yaitu Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Leshoto, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong.
"Pelarangan masuk untuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara-negara tersebut. Kebijakan ini akan segera diberlakukan dalam waktu 1x24 jam," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers Minggu (28/11/2021).
Baca juga:Pemerintah Waspadai Peningkatan Kasus COVID-19 di 5 Provinsi
Bagi WNI yang sempat melakukan perjalanan ke 11 negara dimaksud, diminta untuk menjalani karantina selama 14 hari.
Luhut menegaskan daftar negara-negara tersebut bisa berkurang atau bertambah berdasarkan evaluasi secara berkala yang dilakukan pemerintah.
"Kita akan melihat 14 hari ke depan. Tapi kita akan terus evaluasi dari hari ke hari,"tegas Luhut.