home global news

Guru Besar IPB: Dua Pola Ekspansi Perubahan Kawasan

Senin, 29 November 2021 - 06:30 WIB
Ilustrasi perubahan kawasan. Foto: Langit7
Salah satu isu penting yang selalu dibahas oleh para pemimpin dunia dalam COP (Conference of the Parties) tentang perubahan ekologi global adalah LULUCF (land use, land-use change and forestry).

Menurut Prof Arya Hadi Darmawan, konsep LULUCF memiliki kontribusi penting pada perubahan iklim global. Yakni melalui sumbangannya terhadap emisi karbon, green-house gases di atmosfer serta kemampuannya mendorong perubahan ekosistem terrestrial kawasan.

Prof Arya mengatakan bahwa problem klasik kompetisi pengunaan lawasan atau lahan adalah perubahan penggunaan lahan, degradasi lahan dan deforestasi. Sepanjang kita perlu makan, proses deforestasi dan degradasi lahan di seluruh pelosok bumi tidak akan terelakkan.

“Luas deforestasi dunia dan Indonesia menunjukkan angka yang tetap membawa concern dan perhatian serius,” ujar Dosen IPB University dari Fakultas Ekologi Manusia (Fema) ini, dalam keterangan tertulis, Senin (29/11).

Baca juga: Gus Muhaimin Tawarkan Dua Solusi Atasi Ancaman Perubahan Iklim

Menurutnya, hal ini dikarenakan luas konversi lahan dan deforestasi diikuti oleh annual forest expansion yang luas cakupannya belum memadai. Terlebih bila dibandingkan dengan kecepatan ekspansi kawasan perkebunan seperti kelapa sawit yang menyebabkan perubahan struktur sebuah kawasan atau landscape.

“Kajian kami di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa perubahan kawasan yang didorong oleh perluasan perkebunan sawit berlangsung signifikan, ditandai oleh berkurangnya luas kawasan berhutan (forested area),” tuturnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya