home global news

Tiga Orang Terindikasi Omicron, Australia Tinjau Pembukaan Perbatasan

Senin, 29 November 2021 - 13:45 WIB
Ilustrasi alat tes PCR Covid-19. (Foto: Langit7.id/iStock)
Australia melaporkan adanya kasus pertama virus Covid-19 varian Omicron pada Ahad (28/11). Kasus itu didapatkan setelah tiga orang yang tiba di Sydney dari Afrika bagian Selatan dinyatakan positif varian Omicron.

Pejabat kesehatan di New South Wales mengungkapkan tiga orang yang tiba telah dites positif Covid-19. Pengurutan genom sedang dilakukan untuk memeriksa apakah mereka terinfeksi dengan varian Omicron.

Baca juga:Satgas Keluarkan Protokol Perjalanan Internasional

Atas hal itu, pejabat Australia memerintahkan masa karantina 14 hari untuk warganya yang kembali dari sembilan negara di Afrika tersebut. Namun, kebijakan itu dirasa masih terlalu dini untuk memberlakukan kembali keharusan karantina di hotel selama dua minggu bagi pelancong asing.

"Data yang ada belum sepenuhnya memastikan tingkat keparahan, penularan, dan resistensi vaksin dari varian Omicron. Jadi, kami hanya mengambil satu langkah pada satu waktu, mendapatkan informasi terbaik, membuat keputusan yang tenang dan masuk akal," kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison kepada Nine News, Senin (29/11).

Morrison mengatakan komite keamanan nasional akan bertemu pada Senin malam untuk menilai relaksasi pembukaan kembali perbatasan yang dijadwalkan mulai Rabu mendatang. Pertemuan para pemimpin dari semua negara bagian dan teritori akan diadakan pada Selasa.

Baca juga:Menkes Olivier Veran Menduga Virus Omicron Sudah Menyebar di Prancis
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya