LANGIT7.ID, Nusa Dua - Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, mengatakan virus Covid-19 varian Omicron kemungkinan telah menyebar di Prancis. Pemerintah Prancis bakal memperketat aturan pembatasan untuk menahan penyebaran Omicron.
Veran menyebut hingga saat ini belum ada identifikasi secara resmi terkait varian Omicron. Namun, menurutnya ini hanya soal waktu.
"Begitu varian ini beredar di Inggris, Italia, Belgia, kemungkinan sudah ada kasus yang beredar di sini. Kami akan mengidentifikasi mereka dan kami akan memperlambat penyebarannya sebanyak mungkin," ujar Veran kepada reporter di sebuah pusat vaksinasi di Paris, Ahad (28/11).
Baca juga:
Menkes Sebut Dunia dengan Cepat Identifikasi Varian OmicronVarian Omicron berpotensi lebih menular daripada varian sebelumnya. Namun, para ahli belum tahu apakah varian itu akan menyebabkan Covid-19 yang lebih atau kurang parah dibandingkan varian lainnya.
Saat ini, Prancis dilanda gelombang kelima virus Covid-19 dengan mencatat lebih dari 37.000 kasus positif hingga Sabtu (27/11). Hal tersebut diiringi dengan peningkatan tajam sejumlah pasien yang dirawat secara intensif.
Kementerian Kesehatan Prancis merekomendasikan untuk mengisolasi setiap kontak yang berisiko menjadi kasus atau kasus yang dikonfirmasi dari varian Omicron. Bahkan, termasuk mereka yang telah divaksin.
Baca juga:
Pemerintah Tutup Pintu WNA dari 11 Negara untuk Cegah Penyebaran OmicronRekomendasi yang dikirim ke perusahaan dan profesional kesehatan itu menyebut orang-orang dalam kelompok tersebut harus dianggap "berisiko tinggi" dan di karantina.
Hingga kini, kasus kontak dari orang yang terinfeksi harus diisolasi hanya ketika mereka tidak sepenuhnya divaksin atau ketika mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. (Sumber: Antaranews)
(sof)