LANGIT7.ID, Jakarta - Australia melaporkan adanya kasus pertama virus Covid-19 varian Omicron pada Ahad (28/11). Kasus itu didapatkan setelah tiga orang yang tiba di Sydney dari Afrika bagian Selatan dinyatakan positif varian Omicron.
Pejabat kesehatan di New South Wales mengungkapkan tiga orang yang tiba telah dites positif Covid-19. Pengurutan genom sedang dilakukan untuk memeriksa apakah mereka terinfeksi dengan varian Omicron.
Baca juga: Satgas Keluarkan Protokol Perjalanan InternasionalAtas hal itu, pejabat Australia memerintahkan masa karantina 14 hari untuk warganya yang kembali dari sembilan negara di Afrika tersebut. Namun, kebijakan itu dirasa masih terlalu dini untuk memberlakukan kembali keharusan karantina di hotel selama dua minggu bagi pelancong asing.
"Data yang ada belum sepenuhnya memastikan tingkat keparahan, penularan, dan resistensi vaksin dari varian Omicron. Jadi, kami hanya mengambil satu langkah pada satu waktu, mendapatkan informasi terbaik, membuat keputusan yang tenang dan masuk akal," kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison kepada Nine News, Senin (29/11).
Morrison mengatakan komite keamanan nasional akan bertemu pada Senin malam untuk menilai relaksasi pembukaan kembali perbatasan yang dijadwalkan mulai Rabu mendatang. Pertemuan para pemimpin dari semua negara bagian dan teritori akan diadakan pada Selasa.
Baca juga: Menkes Olivier Veran Menduga Virus Omicron Sudah Menyebar di PrancisMenteri Kesehatan Federal Greg Hunt, mengatakan dia telah meminta kelompok penasihat imunisasi Australia untuk meninjau kerangka waktu untuk suntikan penguat Covid-19. Sekitar 87 persen penduduk Australia yang berusia di atas 16 tahun telah divaksin lengkap. Angka itu di atas prosentase vaksinasi di Amerika Serikat, Inggris, dan banyak negara di Eropa Barat.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa omicron varian baru yang perlu diwaspadai karena berpotensi lebih menular dari varian-varian sebelumnya. Namun, para ahli belum tahu apakah varian itu akan menyebabkan Covid-19 yang lebih atau kurang parah dibandingkan dengan jenis lainnya.
Varian baru itu muncul saat kota-kota terbesar di Australia, yakni Sydney dan Melbourne, mulai mengizinkan masuk warga yang divaksin dari luar negeri tanpa karantina mulai 1 November, atau setelah perbatasan mereka ditutup selama lebih dari 18 bulan.
Kedua kota itu telah memperketat aturan perjalanan dan semua pelancong internasional diperintahkan untuk dikarantina selama 72 jam. Negara bagian lain belum membuka perbatasan mereka untuk pelancong asing karena tingkat vaksinasi yang bervariasi. (Sumber: Antaranews)
Baca juga: Menkes Sebut Dunia dengan Cepat Identifikasi Varian Omicron(asf)