Penelitian: Keberadaan Masjid di Mall Kurang Perhatian Kemenag
Fajar adhitya
Senin, 29 November 2021 - 17:45 WIB
Atakule Tower Shopping Mall di Malam Hari dari Ibu Kota Ankara. Foto: Langit7/iStock.
Mall atau pusat perbelanjaan telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat perkotaan. Jumlah populasi muslim Indonesia yang mendominasi, mendorong pusat-pusat perbelanjaan berinovasi menyediakan prasarana yang ramah terhadap umat muslim.
Salah satunya adalah mendirikan masjid dalam rangka menggaet dan menyambut pasar masyarakat muslim. Pusat perbelanjaan di kota-kota besar berlomba-loma membuat masjid yang nyaman dan cantik guna menarik minat konsumen muslim.
Agus Noorbani dalam penelitian yang diterbitkan Badan Litbang Kementerian Agama berjudul "Masjid di Mall: Upaya Memperkuat Peran Kementerian Agama dalam Membina Masjid-masjid di Mall" (2019) mengetengahkan pandangan Geag Fealy tentang posisi gaya hidup muslim dalam arus globalisasi.
Baca Juga:Kemenag akan Gelar Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat 2021
Menurut Fealy, kemajuan perekonomian akibat modernisasi dan globalisasi turut mengubah perilaku keberagamaan masyarakat. Akibatnya, terjadi kegamangan indentitas keberagamaan akibat perubahan budaya dan sosio-ekonomi.
Bila muslim zaman dahulu mencari pengetahuan agama ke sumber-sumber otoritatif, seperti para pemimpin agama di masjid dan sekolah-sekolah agama resmi, umat beragama saat ini lebih senang bertindak seperti klien yang bebas memilih sumber-sumber pengetahuan keagamaan yang ada di sekitar mereka. Termasuk mendatangi masjid-masjid di mall yang aktif menggelar kajian-kajian keislaman.
Baca Juga:Mengenang Ameer Azzikra: Dai dan Pengusaha Sejak Belia, Saat Menikah Sumbang 1 M untuk Palestina
Salah satunya adalah mendirikan masjid dalam rangka menggaet dan menyambut pasar masyarakat muslim. Pusat perbelanjaan di kota-kota besar berlomba-loma membuat masjid yang nyaman dan cantik guna menarik minat konsumen muslim.
Agus Noorbani dalam penelitian yang diterbitkan Badan Litbang Kementerian Agama berjudul "Masjid di Mall: Upaya Memperkuat Peran Kementerian Agama dalam Membina Masjid-masjid di Mall" (2019) mengetengahkan pandangan Geag Fealy tentang posisi gaya hidup muslim dalam arus globalisasi.
Baca Juga:Kemenag akan Gelar Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat 2021
Menurut Fealy, kemajuan perekonomian akibat modernisasi dan globalisasi turut mengubah perilaku keberagamaan masyarakat. Akibatnya, terjadi kegamangan indentitas keberagamaan akibat perubahan budaya dan sosio-ekonomi.
Bila muslim zaman dahulu mencari pengetahuan agama ke sumber-sumber otoritatif, seperti para pemimpin agama di masjid dan sekolah-sekolah agama resmi, umat beragama saat ini lebih senang bertindak seperti klien yang bebas memilih sumber-sumber pengetahuan keagamaan yang ada di sekitar mereka. Termasuk mendatangi masjid-masjid di mall yang aktif menggelar kajian-kajian keislaman.
Baca Juga:Mengenang Ameer Azzikra: Dai dan Pengusaha Sejak Belia, Saat Menikah Sumbang 1 M untuk Palestina