Industri e-sports
Perkembangan Industri eSports di Indonesia Hingga Lahirnya Tim Jawara
Muhammad rifai akif
Selasa, 30 November 2021 - 09:00 WIB
Industri esports Tanah Air menjanjikan potensi yang sangat besar. Foto: LANGIT7/iStock
Pertumbuhan esports di dunia yang sangat pesat, membawa pengaruh besar pada industri gaming di Indonesia. Menurut data Global Games Market Report 2021, Indonesia menempati posisi 17 pasar gim terbesar dengan pertumbuhan yang sangat cepat.
Pemerintah pun membuktikan keseriusannya menggarap industri esport melalui salah satu sub-sektor ekonomi kreatif. Esports kemudian dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan seperti Piala Menpora, Piala Presiden, Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga SEA Games.
Bila melihat dari sejarahnya, kompetisi gim daring resmi pertama di Indonesia diselenggarakan pada 1999, yaitu Liga Games. Kala itu, jenis gim yang dimainkan adalah Starcraft dan Quake II.
Baca juga: Publik Figur yang Terjun ke Dunia E-sports
Tiga tahun berselang, ajang gim bertajuk "Cyber Game" pun diadakan menghadirkan banyak gim yang dikompetisikan seperti Age of Empire II, Brood War, Counter Strike, FIFA World Cup, dan StarCraft.
Kemudian pada 2018, perkembangan gim Tanah Air makin mengalami peningkatan dengan adanya online gim berbasis mobile yang digandrungi anak-anak muda seperti Mobile Legends dan PUBG.
Saat itu, GESC Indonesia Minor menjadi ajang bergengsi esports Indonesia dengan menggelar pertandingan gim DOTA 2 yang berhadiah total USD300 ribu atau sekitar Rp4 miliar.
Pemerintah pun membuktikan keseriusannya menggarap industri esport melalui salah satu sub-sektor ekonomi kreatif. Esports kemudian dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan seperti Piala Menpora, Piala Presiden, Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga SEA Games.
Bila melihat dari sejarahnya, kompetisi gim daring resmi pertama di Indonesia diselenggarakan pada 1999, yaitu Liga Games. Kala itu, jenis gim yang dimainkan adalah Starcraft dan Quake II.
Baca juga: Publik Figur yang Terjun ke Dunia E-sports
Tiga tahun berselang, ajang gim bertajuk "Cyber Game" pun diadakan menghadirkan banyak gim yang dikompetisikan seperti Age of Empire II, Brood War, Counter Strike, FIFA World Cup, dan StarCraft.
Kemudian pada 2018, perkembangan gim Tanah Air makin mengalami peningkatan dengan adanya online gim berbasis mobile yang digandrungi anak-anak muda seperti Mobile Legends dan PUBG.
Saat itu, GESC Indonesia Minor menjadi ajang bergengsi esports Indonesia dengan menggelar pertandingan gim DOTA 2 yang berhadiah total USD300 ribu atau sekitar Rp4 miliar.