Satgas Covid-19 Jabarkan Mitigasi Berbagai Negara Cegah Omicron
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 30 November 2021 - 20:30 WIB
Ilustrasi varian baru virus Covid-19 omicron. Foto: Langit7.id/iStock
Sejumlah negara terjangkit varian baru Omicron (B.1.1.529) menerapkan langkah mitigasi beragam pada mobilitas penduduk untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
"Sebagian besar negara di dunia, terlebih yang sedang meningkat saat ini segera mengambil langkah antisipasi untuk mencegah varian Omicron ini untuk masuk dan menyebar semakin luas," kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia yang diikuti dari YouTube BNPB di Jakarta, Selasa (30/11/2021).
Baca Juga:WHO: Vaksin Penting Lawan Varian yang Dominan Beredar
Menurutnya, varian Covid-19 yang kali pertama dilaporkan berada di Afrika Selatan, Hongkong dan Botswana pada November 2021 tersbeut hingga saat ini menjangkit di Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada dan Israel. Dia menambahkan, langkah mitigasi yang dilakukan Pemerintah Italia berupa menelusuri kontak langsung kasus positif dengan riwayat perjalanan ke negara-negara yang terjangkit.
Tidak hanya itu, Negeri Pizzajugameningkatkan kapasitas penelusuran kontak secara umum serta meningkatkan cakupan whole genome sequencing (WGS) agar semakin cepat mendeteksi keberadaan varian Covid-19. Dia mengatakan,Pemerintah Jerman melarang perjalanan dari negara di Afrika kecuali kedatangan bagi warga negaranya. Selain itu warga negara yang pulang dari negara di Afrika wajib melakukan karantina selama 14 hari.
"Belanda memberlakukan kebijakan testing bagi seluruh pelaku perjalanan dari Afrika Selatan serta melakukan WGS pada semua pelaku perjalanan dari wilayah Afrika yang sudah masuk ke negaranya. Inggris melakukan isolasi dan tes ulang bagi pelaku perjalanan yang positif Omicron serta menutup pintu kedatangan bagi pelaku perjalanan dari negara di Afrika," katanya.
Baca Juga:Ancaman Omicorn, Anggota DPR Minta Perlindungan PMI di Hongkong
"Sebagian besar negara di dunia, terlebih yang sedang meningkat saat ini segera mengambil langkah antisipasi untuk mencegah varian Omicron ini untuk masuk dan menyebar semakin luas," kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia yang diikuti dari YouTube BNPB di Jakarta, Selasa (30/11/2021).
Baca Juga:WHO: Vaksin Penting Lawan Varian yang Dominan Beredar
Menurutnya, varian Covid-19 yang kali pertama dilaporkan berada di Afrika Selatan, Hongkong dan Botswana pada November 2021 tersbeut hingga saat ini menjangkit di Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada dan Israel. Dia menambahkan, langkah mitigasi yang dilakukan Pemerintah Italia berupa menelusuri kontak langsung kasus positif dengan riwayat perjalanan ke negara-negara yang terjangkit.
Tidak hanya itu, Negeri Pizzajugameningkatkan kapasitas penelusuran kontak secara umum serta meningkatkan cakupan whole genome sequencing (WGS) agar semakin cepat mendeteksi keberadaan varian Covid-19. Dia mengatakan,Pemerintah Jerman melarang perjalanan dari negara di Afrika kecuali kedatangan bagi warga negaranya. Selain itu warga negara yang pulang dari negara di Afrika wajib melakukan karantina selama 14 hari.
"Belanda memberlakukan kebijakan testing bagi seluruh pelaku perjalanan dari Afrika Selatan serta melakukan WGS pada semua pelaku perjalanan dari wilayah Afrika yang sudah masuk ke negaranya. Inggris melakukan isolasi dan tes ulang bagi pelaku perjalanan yang positif Omicron serta menutup pintu kedatangan bagi pelaku perjalanan dari negara di Afrika," katanya.
Baca Juga:Ancaman Omicorn, Anggota DPR Minta Perlindungan PMI di Hongkong