Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bermula dari 51 Mahasiswa hingga Jadi Universitas Islam Kelas Dunia
Muhajirin
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:26 WIB
Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (foto: Dok UMS)
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengalami perkembangan pesat dari waktu-waktu. Bermula dari kampus sederhana, kini UMS telah menjadi universitas Islam kelas dunia.
Pada November 2021, UMS membuat momen bersejarah dengan mengukuhkan empat guru besar sekaligus secara bersamaan. Keempat guru besar itu yakni Supriyono dan Marwan Efendi sebagai guru besar bidang ilmu teknik mesin. Anam Sutopo di bidang ilmu linguistik dan Kun Harismah pada bidang ilmu teknik kimia.
Momen tersebut tak mengherankan jika melihat sepak terjang UMS di dunia pendidikan Indonesia. Secara global, UMS menempati peringkat ke-3 sebagai Kampus Islam Terbaik Dunia versi UniRank. Lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah Persyarikatan Muhammadiyah itu didirikan pada 24 Oktober 1981 sebagai perubahan bentuk dari IKIP Muhammadiyah Surakarta.
Baca Juga: 7 Universitas Islam Terbaik di Dunia, 3 dari Indonesia
Sebelum itu, secara kelembagaan UMS berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang didirikan pada 1957. Ada beberapa tokoh besar yang menjadi dalang perintis yakni Sudalmiyah Suhud Rais, Radjab Bulan Hadipurnomo, Muhammad Syafa’at Habib, Sulastri Gito Atmodjo dan KH Syahlan Rosyidi.
Pada 18 September 1958, lembaga itu diresmikan Wali Kota Madya Surakarta, HM Shaleh Wedhisastro. Pada saat diresmikan, Perguruan Tinggi ini baru memiliki 51 mahasiswa, 6 karyawan, dan 7 dosen. Asset itu menjadi modal awal pendirian FKIP Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang berlokasi di Jalan Overste Sudiarto Nomor 60 Surakarta.
Pada November 2021, UMS membuat momen bersejarah dengan mengukuhkan empat guru besar sekaligus secara bersamaan. Keempat guru besar itu yakni Supriyono dan Marwan Efendi sebagai guru besar bidang ilmu teknik mesin. Anam Sutopo di bidang ilmu linguistik dan Kun Harismah pada bidang ilmu teknik kimia.
Momen tersebut tak mengherankan jika melihat sepak terjang UMS di dunia pendidikan Indonesia. Secara global, UMS menempati peringkat ke-3 sebagai Kampus Islam Terbaik Dunia versi UniRank. Lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah Persyarikatan Muhammadiyah itu didirikan pada 24 Oktober 1981 sebagai perubahan bentuk dari IKIP Muhammadiyah Surakarta.
Baca Juga: 7 Universitas Islam Terbaik di Dunia, 3 dari Indonesia
Sebelum itu, secara kelembagaan UMS berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang didirikan pada 1957. Ada beberapa tokoh besar yang menjadi dalang perintis yakni Sudalmiyah Suhud Rais, Radjab Bulan Hadipurnomo, Muhammad Syafa’at Habib, Sulastri Gito Atmodjo dan KH Syahlan Rosyidi.
Pada 18 September 1958, lembaga itu diresmikan Wali Kota Madya Surakarta, HM Shaleh Wedhisastro. Pada saat diresmikan, Perguruan Tinggi ini baru memiliki 51 mahasiswa, 6 karyawan, dan 7 dosen. Asset itu menjadi modal awal pendirian FKIP Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang berlokasi di Jalan Overste Sudiarto Nomor 60 Surakarta.