Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 12 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bermula dari 51 Mahasiswa hingga Jadi Universitas Islam Kelas Dunia

Muhajirin Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:26 WIB
Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bermula dari 51 Mahasiswa hingga Jadi Universitas Islam Kelas Dunia
Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (foto: Dok UMS)
LANGIT7.ID - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengalami perkembangan pesat dari waktu-waktu. Bermula dari kampus sederhana, kini UMS telah menjadi universitas Islam kelas dunia.

Pada November 2021, UMS membuat momen bersejarah dengan mengukuhkan empat guru besar sekaligus secara bersamaan. Keempat guru besar itu yakni Supriyono dan Marwan Efendi sebagai guru besar bidang ilmu teknik mesin. Anam Sutopo di bidang ilmu linguistik dan Kun Harismah pada bidang ilmu teknik kimia.

Momen tersebut tak mengherankan jika melihat sepak terjang UMS di dunia pendidikan Indonesia. Secara global, UMS menempati peringkat ke-3 sebagai Kampus Islam Terbaik Dunia versi UniRank. Lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah Persyarikatan Muhammadiyah itu didirikan pada 24 Oktober 1981 sebagai perubahan bentuk dari IKIP Muhammadiyah Surakarta.

Baca Juga: 7 Universitas Islam Terbaik di Dunia, 3 dari Indonesia

Sebelum itu, secara kelembagaan UMS berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang didirikan pada 1957. Ada beberapa tokoh besar yang menjadi dalang perintis yakni Sudalmiyah Suhud Rais, Radjab Bulan Hadipurnomo, Muhammad Syafa’at Habib, Sulastri Gito Atmodjo dan KH Syahlan Rosyidi.

Pada 18 September 1958, lembaga itu diresmikan Wali Kota Madya Surakarta, HM Shaleh Wedhisastro. Pada saat diresmikan, Perguruan Tinggi ini baru memiliki 51 mahasiswa, 6 karyawan, dan 7 dosen. Asset itu menjadi modal awal pendirian FKIP Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang berlokasi di Jalan Overste Sudiarto Nomor 60 Surakarta.

Prof Abdullah Sigit menjadi Dekan (rektor saat itu), seorang Guru Besar Universitas Gadjah Mada dan M Syafa’at Habib bertindak sebagai sekretaris. Sementara jurusan yang dibuka yakni Pendidikan Umum, Ekonomi Umum, dan Islamic Studies (Pendidikan Agama Islam) tingkat Sarjana Muda dengan Status Terdaftar.

Pada 1963, jurusan-jurusan itu mendapatkan Status Disamakan (mendapatkan penghargaan sama dengan ijazah perguruan tinggi negeri yang setaraf untuk tingkat Sarjana Muda). Lalu pada 1965, FKIP Muhammadiyah Cabang Surakarta mendapatkan izin untuk berdiri sendiri.

Setelah mendapatkan izin itu, FKIP menjadi dua lembaga Pendidikan Tinggi yakni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Surakarta, di bawah koordinasi Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) di bawah koordinasi Departemen Agama. IKIP Muhammadiyah berdiri dengan jurusan-jurusan Pendidikan Umum (PU), Ekonomi Umum (EU).

Dua tahun kemudian, pada 1967, IKIP Muhammadiyah Surakarta menambah satu jurusan yakni Civic Hukum (CH) denga status Terdaftar dan mendapatkan izin sebagai induk Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Tengah yang terdiri dari IKIP Muhammadiyah Klaten, Magelang, Purwokerto, Kebumen, Wates, Temanggung, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Banjarnegara, Prambanan, Purbalingga, Wonosari, dan Sragen

Setelah berkembang, cabang-cabang itu berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi yang mandiri. Seperti IKIP Muhammadiyah Purwokerto (sekarang Universitas Muhammadiyah Purwokerto). Pada 1979, Mohammad Djazman, Rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta kala itu, memprakarsai pendirian Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan menggabungkan IKIP Muhammadiyah Surakarta dan IAIM Surakarta.

Perjuangan tersebut kemudian terwujud berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0330/O/1981 tentang perubahan status IKIP Muhammadiyah Surakarta menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Setelah itu, UMS lalu mengelola beberapa fakultas seperti FKIP, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Agama Islam (FAI). Lalu menyusul fakultas baru seperti Fakultas Psikologi, Fakultas Geografi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Komunikasi dan Informatika dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Pada tahun akademik 1981/1982, FH UMS mulai menerima mahasiswa baru dan menyelenggarakan perkuliahan dengan menggunakan gedung SMP Muhammadiyah. Setelah kampus yang berlokasi di Pabelan selesai dibangun, perkuliahan berpindah ke Gedung A Kampus Pabelan Kartasura. Semenjak tahun akademik 1998/1999, kampus FH UMS pindah ke Gedung I hingga saat ini.

Dalam perkembangan selanjutnya, pola penilaian kinerja perguruan tinggi mengalami perubahan. Pada periode akreditasi pertama pada 1998, FH UMS memperoleh status akreditasi B. Pada 2003 dan 2009, FH UMS memperoleh akreditas A. Dalam perkembangan terkini, FH UMS kembali mempertahankan status akreditasi dengan predikat A.

Terkait pengelolaan program studi, FH UMS mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan pencapaian status Disamakan pada 1993, maka sejak 1998 FH UMS memperoleh kewenangan penuh mengelola Program Studi Strata 2 dengan gelar akademik Magister Humaniora (M.Hum) sekarang Magister Hukum (M.H.).

Berkat prestasi yang dicapai oleh FH UMS melalui Program Studi S1 dan S2, semenjak tahun akademik 2009/2010, FH UMS di bawah koordinasi Sekolah (dahulu Program) Pascasarjana UMS memperoleh kewenangan menyelenggarakan program pendidikan Strata 3 Program Doktor Ilmu Hukum.

Sebagai bukti upaya yang sungguh dalam menjalin kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di UMS, Program magister Ilmu Hukum pada 2010 memperoleh Sertifikat ISO 9001-2008. Perolehan sertifikat itu merupakan bukti kesungguhan UMS dalam menjamin penyelenggaraan pendidikan tinggi berkualitas prima, bagian dari proses menjadikan UMS sebagai Perguruan Tinggi yang dikenal baik di Dunia Internasional.

Jadi Kampus Islam Kelas Dunia

UMS masuk perguruan tinggi Islam terbaik ke-3 di dunia versi UniRank edisi Oktober 2021. Posisi UMS hanya di bawah Cairo University dan Shahid Bahesti University of Medical Sciences. Dari sini, UMS bertekad mengembangkan perguruan tinggi berkualitas, bonafide dan mendapatkan kepercayaan secara nasional maupun internasional.

Rektor UMS, Sofyan Anif, menargetkan, pada 2029 UMS bisa menjadi perguruan tinggi berpengaruh besar pada bidang IPTEK. Sampai saat ini UMS telah memiliki 19 Program Studi berakreditasi unggul, dan itu sebelumnya merupakan Program Studi berakreditasi A yang dalam proses konversi menjadi unggul.

Program Studi yang terakreditasi unggul BAN PT yakni S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Geografi, S1 Manajemen, S1 Ilmu komunikasi, S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1 Pendidikan Geografi, S1 Pendidikan Teknik Sipil, dan S1 Teknik Elektro.

Kemudian S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, S1 Arsitektur, S1 Keperawatan, dan S2 Pendidikan Agama Islam. Tercatat pula akreditasi unggul yakni S2 Pendidikan Dasar, S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, S2 Hukum Ekonomi Syariah, S2 Administrasi Pendidikan, S2 Manajemen dan terakhir Profesi Ners.

Sofyan menyebut, salah satu kunci keberhasilan sebuah perguruan tinggi adalah keberadaan Lembaga Jaminan Mutu (LJM) UMS yang telah menjalankan siklus penjaminan mutu internal Penetapan Standar. Pengendalian Pelaksana Standar dan Peningkatan Standar secara kontinyu dan berkelanjutan untuk memastikan penyelenggaraan UMS sesuai standar yang telah ditetapkan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 12 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)