Perjuangan Ustadz Ridwan Effendi Dirikan Pesantren Tunanetra
Muhajirin
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:02 WIB
Ustadz Dr Ridwan Effendi saat menerima penghargaan atas kiprahnya (foto: istimewa)
Menjadi tunanetra bukan halangan untuk berkarya. Seperti yang dilakukan Ustadz Dr Ridwan Effendi, seorang tunanetra yang mampu mendirikan pesantren di daerah Cimenyan, Bandung, Jawa Barat.
Pesantren Tahfidz Disabilitas Netra Sam’an Darushudur didirikan pada 2018 silam. Berbagai upaya terus dilakukan agar pesantren tetap berjalan. Cita-cita mendirikan pesantren itu sudah ada sejak 2014. Bukan hal mudah memang, mengingat Ustadz Ridwan memiliki keterbatasan soal melihat.
Namun itu tak membuat dia mundur. Ia terus berjalan meraih mimpi dengan mengikuti banyak pelatihan, bahkan berguru ke kiai-kiai besar di Indonesia. Pada 2014, ia membekali diri dengan bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.
Waktu terus berjalan, berbagai pelatihan membaca Al-Qur’an braille, mushaf khusus tunanetra. Hingga pada 2015, ada orang yang mewakafkan masjid. Ia lalu menamai masjid itu dengan Masjid Shudur, cikal-bakal Pesantren Sam’an.
“Kita beri nama Darus Sudur, tempatnya para hati kita lembut semua,” kata Ustadz Ridwan saat berbincang dengan Aa Gym melalui kajian MQ Pagi Daarut Tauhid, dikutip kanal youtube Aa Gym Official, Sabtu (4/12/2021).
Baca Juga: Sowan ke Gus Miftah, Emil Konsultasi Pesantren Lansia di Jabar
Pesantren Tahfidz Disabilitas Netra Sam’an Darushudur didirikan pada 2018 silam. Berbagai upaya terus dilakukan agar pesantren tetap berjalan. Cita-cita mendirikan pesantren itu sudah ada sejak 2014. Bukan hal mudah memang, mengingat Ustadz Ridwan memiliki keterbatasan soal melihat.
Namun itu tak membuat dia mundur. Ia terus berjalan meraih mimpi dengan mengikuti banyak pelatihan, bahkan berguru ke kiai-kiai besar di Indonesia. Pada 2014, ia membekali diri dengan bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.
Waktu terus berjalan, berbagai pelatihan membaca Al-Qur’an braille, mushaf khusus tunanetra. Hingga pada 2015, ada orang yang mewakafkan masjid. Ia lalu menamai masjid itu dengan Masjid Shudur, cikal-bakal Pesantren Sam’an.
“Kita beri nama Darus Sudur, tempatnya para hati kita lembut semua,” kata Ustadz Ridwan saat berbincang dengan Aa Gym melalui kajian MQ Pagi Daarut Tauhid, dikutip kanal youtube Aa Gym Official, Sabtu (4/12/2021).
Baca Juga: Sowan ke Gus Miftah, Emil Konsultasi Pesantren Lansia di Jabar