Tetap Ingat Allah Saat Ada Bencana, Bacalah Doa Ini Mohon Keselamatan PadaNya
Muhajirin
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:39 WIB
Ilustrasi bencana erupsi Gunung Semeru (foto: istimewa)
Bencana alam kerap terjadi dan merupakan bagian dari ketentuan Allah. Seperti yang baru saja terjadi yakni erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Bagi orang beriman, musibah merupakan pelajaran dan sebagai ajang muhasabah diri atas segala dosa.
Akan tetapi, bukan berarti pasrah ketika terjadi bencana. Umat Islam diperintahkan untuk berikhtiar menghindari bencana. Rasulullah SAW juga telah mengajarkan beberapa doa kepada umatnya agar bisa menghindari musibah.
Doa-doa itu bisa dibaca sesuai redaksi yang tertera dalam hadits. Namun, seseorang jika bisa berdoa dengan bahasa sendiri, jika ingin menumpahkan segala resah kepada sang pencipta. Doa bisa dibaca kapan saja. Tapi lebih baik jika dalam keadaan suci dan di tempat yang suci.
Berikut ini beberapa doa agar terhindar dari bencana seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
1. Doa Berlindung dari Marabahaya
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa’i wa huwas samii’ul ‘aliim
Akan tetapi, bukan berarti pasrah ketika terjadi bencana. Umat Islam diperintahkan untuk berikhtiar menghindari bencana. Rasulullah SAW juga telah mengajarkan beberapa doa kepada umatnya agar bisa menghindari musibah.
Doa-doa itu bisa dibaca sesuai redaksi yang tertera dalam hadits. Namun, seseorang jika bisa berdoa dengan bahasa sendiri, jika ingin menumpahkan segala resah kepada sang pencipta. Doa bisa dibaca kapan saja. Tapi lebih baik jika dalam keadaan suci dan di tempat yang suci.
Berikut ini beberapa doa agar terhindar dari bencana seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
1. Doa Berlindung dari Marabahaya
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa’i wa huwas samii’ul ‘aliim