Makna Sekolah Dinilai Bertolakbelakang dengan Bahasa Aslinya
Jaja Suhana
Senin, 06 Desember 2021 - 16:30 WIB
Diskusi Riska dengan Guru Gembul. Foto: Jaja Suhana.
Institusi pendidikan saat ini dinilai telah bertolak belakang dari makna sekolah itu sendiri. Sekolah berasal dari bahasa Yunani; schole yang bermakna waktu luang, sementara saat ini sekolah menjadi lembaga dengan waktu yang mengikat.
Demikian disampaikan seorang guru sekaligus youtuber Guru Gembul saat diskusi bertajuk 'Sekolah Telah Mati, Kitalah Pembunuhnya' di area Masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa (Riska).
"Kalau dikatakan sekolah telah mati sesungguhnya tidak mati, ini adalah plesetan dari perkataan Nietze, tuhan telah mati, kitalah pembunuhnya," kata Guru Gembul kepada LANGIT7.ID.
Baca Juga:Hindari Ibukota, Justru Sukses Kembangkan Usaha Peternakan
Ia menjelaskan, maksud sekolah telah mati itu karena setiap peserta didik dan tenaga pendidik tidak lagi memiliki waktu luang. Menurut dia, selama waktu luang diatur oleh orang lain, di situlah sekolah telah mati.
"Tetapi sekolah sebagai institusi tidak mati karena ada bukti siswanya. Sebab hal yang benar secara individu bisa salah secara komunal," katanya.
Baca Juga:SMAN 9 Tangsel & SMPN 19 Jaksel Juarai Festival Tari Ratoh Jaroe
Demikian disampaikan seorang guru sekaligus youtuber Guru Gembul saat diskusi bertajuk 'Sekolah Telah Mati, Kitalah Pembunuhnya' di area Masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa (Riska).
"Kalau dikatakan sekolah telah mati sesungguhnya tidak mati, ini adalah plesetan dari perkataan Nietze, tuhan telah mati, kitalah pembunuhnya," kata Guru Gembul kepada LANGIT7.ID.
Baca Juga:Hindari Ibukota, Justru Sukses Kembangkan Usaha Peternakan
Ia menjelaskan, maksud sekolah telah mati itu karena setiap peserta didik dan tenaga pendidik tidak lagi memiliki waktu luang. Menurut dia, selama waktu luang diatur oleh orang lain, di situlah sekolah telah mati.
"Tetapi sekolah sebagai institusi tidak mati karena ada bukti siswanya. Sebab hal yang benar secara individu bisa salah secara komunal," katanya.
Baca Juga:SMAN 9 Tangsel & SMPN 19 Jaksel Juarai Festival Tari Ratoh Jaroe