Berbagi Ilmu untuk Pemerataan Pendidikan di Charity Learning Festival
Muhammad rifai akif
Senin, 06 Desember 2021 - 19:17 WIB
Tangkapan layar dari acara konferensi pers peluncuran acara Charity Learning Festival, Senin (6/12/2021). Foto: ReSkill
Sebuah startup global dari Malaysia, ReSkill EdTech (ReSkills) akan menggelar Charity Learning Festival (CLF) 2.0 mulai tanggal 12 Desember 2021 hingga 12 Februari 2022.
Acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut dilangsungkan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan juga India.
CLF 2.0 sendiri merupakan program kedua yang diadakan oleh ReSkills sejak pertama kali diadakan pada tahun 2020. CLF 2.0 tahun ini mengajak generasi muda untuk mengembangkan diri sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Selain itu program ini juga sebagai media untuk berbagi kesadaran pentingnya membantu sesama dengan para pengajar dan organisasi amal non pemerintah (NGO).
Baca juga: Universitas Islam Indonesia, Cita-cita Pendiri Bangsa Lawan Hegemoni Pendidikan Belanda
Melalui CLF 2.0, para pengajar akan berbagi ilmunya di bidang masing-masing, masyarakat akan belajar dari mereka. NGO yang terlibat dalam festival ini akan menjadi penerima manfaat dari dana yang terkumpul melalui rangkaian acara festival nanti.
Dana tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang kurang mampu untuk meningkatkan keterampilan dirinya serta taraf hidupnya.
CLF 2.0 hadir karena adanya pandemi Covid-19, meskipun saat ini kondisi Indonesia secara keseluruhan sudah cukup membaik.
Acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut dilangsungkan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan juga India.
CLF 2.0 sendiri merupakan program kedua yang diadakan oleh ReSkills sejak pertama kali diadakan pada tahun 2020. CLF 2.0 tahun ini mengajak generasi muda untuk mengembangkan diri sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Selain itu program ini juga sebagai media untuk berbagi kesadaran pentingnya membantu sesama dengan para pengajar dan organisasi amal non pemerintah (NGO).
Baca juga: Universitas Islam Indonesia, Cita-cita Pendiri Bangsa Lawan Hegemoni Pendidikan Belanda
Melalui CLF 2.0, para pengajar akan berbagi ilmunya di bidang masing-masing, masyarakat akan belajar dari mereka. NGO yang terlibat dalam festival ini akan menjadi penerima manfaat dari dana yang terkumpul melalui rangkaian acara festival nanti.
Dana tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang kurang mampu untuk meningkatkan keterampilan dirinya serta taraf hidupnya.
CLF 2.0 hadir karena adanya pandemi Covid-19, meskipun saat ini kondisi Indonesia secara keseluruhan sudah cukup membaik.