Presidensi G20 Diharapkan Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Dunia
Mahmuda attar hussein
Selasa, 07 Desember 2021 - 18:30 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: Humas Kemenko Perekonomian
Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 yang diselenggarakan di tengah situasi pandemi Covid-19, menjadi periode paling krusial dalam pemulihan ekonomi global.
Pemulihan pandemi dan ekonomi global yang masih belum merata, menyebabkan semakin tingginya kemiskinan, dan tidak tercapainya target pembangunan berkelanjutan atau SDGs pada 2030.
Melalui peran kolaborasi global, Forum G20 diharapkan dapat menata kembali arsitektur dan tata kelola Kesehatan Global, sebagai syarat utama dalam mewujudkan pemulihan ekonomi global.
“Presidensi G20 merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam kancah global, guna menjawab berbagai tantangan internasional. Tentunya kepentingan nasional juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia, yaitu mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya-tahan, dan berkesinambungan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam 1st Sherpa Meeting G20 Indonesia, di Jakarta, Selasa (7/12).
Baca juga: PLN Gelar Turnamen PUBG Tingkat Nasional, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah
Kondisi pemulihan kesehatan di Indonesia, sejalan dengan target WHO untuk vaksinasi dosis ke-2 sebesar 40 persen dari jumlah penduduk. Maka Indonesia diperkirakan akan mencapai sekitar 113 juta jiwa yang sudah tervaksin atau 41,8 persen dari total jumlah penduduk, atau sekitar 54,3 persen dari total sasaran pada akhir tahun 2021.
Adapun posisi capaian vaksinasi Dosis-2 saat ini adalah sejumlah 99,6 juta jiwa atau sekitar sekitar 37 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 47,8 persen dari sasaran.
Pemulihan pandemi dan ekonomi global yang masih belum merata, menyebabkan semakin tingginya kemiskinan, dan tidak tercapainya target pembangunan berkelanjutan atau SDGs pada 2030.
Melalui peran kolaborasi global, Forum G20 diharapkan dapat menata kembali arsitektur dan tata kelola Kesehatan Global, sebagai syarat utama dalam mewujudkan pemulihan ekonomi global.
“Presidensi G20 merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam kancah global, guna menjawab berbagai tantangan internasional. Tentunya kepentingan nasional juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia, yaitu mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya-tahan, dan berkesinambungan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam 1st Sherpa Meeting G20 Indonesia, di Jakarta, Selasa (7/12).
Baca juga: PLN Gelar Turnamen PUBG Tingkat Nasional, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah
Kondisi pemulihan kesehatan di Indonesia, sejalan dengan target WHO untuk vaksinasi dosis ke-2 sebesar 40 persen dari jumlah penduduk. Maka Indonesia diperkirakan akan mencapai sekitar 113 juta jiwa yang sudah tervaksin atau 41,8 persen dari total jumlah penduduk, atau sekitar 54,3 persen dari total sasaran pada akhir tahun 2021.
Adapun posisi capaian vaksinasi Dosis-2 saat ini adalah sejumlah 99,6 juta jiwa atau sekitar sekitar 37 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 47,8 persen dari sasaran.