home global news

Jumlah Perjalanan Harian KRL Jabodetabek Dipangkas

Senin, 19 Juli 2021 - 21:27 WIB
Penumpang berjalan menuju gerbong KRL Commuterline di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (12/7/2021). KRL Commuterline dan Stasiun Bogor terpantau lengang saat hari pertama pemberlakuan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi pengguna KRL di masa PPKM Da
Jumlah perjalanan harian KRL Jabodetabek resmi dipangkas hingga waktu yang tidak ditentukan. Saat ini KAI Commuter Line hanya menjalankan 839 perjalanan dari 998 perjalanan normal.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menjelaskan, rekayasa pola operasi ini tidak mengubah jam operasional KRL yang berlaku selama masa PPKM Darurat ini yaitu pukul 04.00–21.00 WIB.

"Rekayasa pola operasi berupa penyesuaian perjalanan di luar jam sibuk, tepatnya pada pukul 09.00–15.00 WIB," ungkap Anne Purba dalam keterangan resmi yang diterima Langit7.id, Senin (19/7/2021).

Pengurangan ini sejalan dengan tren volume penguna KRL yang sejak 14 Juni 2021 terus mengalami penurunan. Begitu pula dengan efek penerapan PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 Juli 2021 membuat volume pengguna KRL berkurang signifikan, dan semakin turun sejak diberlakukannya syarat dokumen perjalanan pada 12 Juli lalu

"Volume pengguna KRL berkurang hingga 43 persen dibanding sebelum penerapan PPKM Darurat," katanya.

Penyesuaian jumlah perjalanan di luar jam sibukdimanfaatkan KAI Commuter untuk memaksimalkan perawatan. Termasuk, menjaga kesehatan para masinis dan petugas pelayanan KRL yang menjadi ujung tombak pengoperasian kereta. Anne menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti aturan selama menjadi pengguna KRL

"Selama satu pekan lalu, pelaksanaan aturan berjalan lancar dan kami mengucapkan terima kasih kepada para pengguna KRL di sektor esensial maupun kritikal yang telah mengikuti aturan tersebut," ucapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
krl anne purba pt kai ppkm darurat pandemi covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya