home global news

Presiden Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Identik dengan Penangkapan

Kamis, 09 Desember 2021 - 20:35 WIB
Presiden Jokowi pada Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2021, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (09/12/2021). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang juga mempunyai dampak luar biasa. Oleh sebab itu, kejahatan ini harus ditangani dengan cara yang luar biasa pula.

Hal tersebut disampaikannya dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021, yang digelar di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (09/12/2021).

Baca juga:Menag: Keluarga dan Lembaga Pendidikan Dua Fondasi Penting Cegah Korupsi

"Upaya penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu, tapi juga diperlukan cara-cara baru yang lebih extraordinary. Metode pemberantasan korupsi harus terus kita perbaiki dan terus kita sempurnakan," ujar Jokowi.

Dalam upaya pemberantasan korupsi, lanjut Jokowi, dibutuhkan upaya-upaya yang lebih fundamental dan komprehensif yang dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Ia menegaskan penindakan jangan hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan.

"Pemberantasan korupsi tidak boleh identik dengan penangkapan. Pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Karena itu, penanaman budaya antikorupsi sejak dini merupakan bagian penting dari pemberantasan korupsi," kata Jokowi.

Baca juga:Selamatkan Aset Negara Triliunan Rupiah, PLN Raih Penghargaan dari KPK
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jokowi antikorupsi korupsi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya