home global news

Gus Baha: Di Balik Bencana, Rahmat Allah Lebih Besar Ketimbang Azab

Jum'at, 10 Desember 2021 - 11:21 WIB
Ilustrasi rumah yang tertimbun material erupsi Semeru (foto: istimewa)
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha, menjelaskan, bencana alam berhubungan erat dengan kuasa Allah Ta’ala. Di balik bencana itu, terdapat rahmat yang diturunkan Allah kepada manusia.

Allah bisa mendatangkan bencana dari langit seperti hujan meteor. Dari perut bumi pun demikian, bencana alam seperti gunung meletus, banjir, dan gempa kerap terjadi.

“Hakikatnya sama, baik diterpa meteor jatuh, ditelan bumi, serta perang melawan orang lain juga akan menyebabkan kamu mati,” kata Gus Baha, dikutip kanal youtube Ngaji Ben Aji Official, Jumat (10/12/2021).

Dia menjelaskan, dalam Al-Qur’an, Allah selalu menempatkan rahmat sebagai sesuatu yang pasti. Rahmat bisa terjadi kapanpun dan di manapun. Berbeda dengan azab, Allah selalu menempatkan azab sebagai sesuatu yang potensial. Artinya, bisa saja terjadi, mungkin juga tidak.

Dia mengumpamakan bencana alam dari teori geologis. Tsunami terdahsyat terjadi setiap 200 tahun sekali dan gempa bumi parah terjadi 70 tahun sekali. Azab selalu memiliki siklus. Sedangkan rahmat, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Jika ditelaah, redaksi dalam Al-Qur’an, Allah selalu menceritakan rahmat sebagai sesuatu yang pasti. Bahkan Allah selalu menegaskan sebagai pemberi rahmat. Berbeda dengan azab, Allah menegaskan mampu memberikan azab, tidak dengan redaksi selalu terjadi.

Artinya, azab bisa saja diturunkan, pun demikian bisa diurungkan. Inilah yang disebut sifat Qadir Allah Ta’ala. Setiap bencana yang terjadi murni atas kuasa Allah. Namun, ia mengingatkan, seseorang tidak boleh berpikir bencana terjadi akibat maksiat atau dosa suatu kaum. “Itu bukan ranah kamu,” tegas Gus Baha.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
gus baha bencana alam erupsi semeru
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya