Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 29 April 2026
home global news detail berita

Gus Baha: Di Balik Bencana, Rahmat Allah Lebih Besar Ketimbang Azab

Muhajirin Jum'at, 10 Desember 2021 - 11:21 WIB
Gus Baha: Di Balik Bencana, Rahmat Allah Lebih Besar Ketimbang Azab
Ilustrasi rumah yang tertimbun material erupsi Semeru (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha, menjelaskan, bencana alam berhubungan erat dengan kuasa Allah Ta’ala. Di balik bencana itu, terdapat rahmat yang diturunkan Allah kepada manusia.

Allah bisa mendatangkan bencana dari langit seperti hujan meteor. Dari perut bumi pun demikian, bencana alam seperti gunung meletus, banjir, dan gempa kerap terjadi.

“Hakikatnya sama, baik diterpa meteor jatuh, ditelan bumi, serta perang melawan orang lain juga akan menyebabkan kamu mati,” kata Gus Baha, dikutip kanal youtube Ngaji Ben Aji Official, Jumat (10/12/2021).

Dia menjelaskan, dalam Al-Qur’an, Allah selalu menempatkan rahmat sebagai sesuatu yang pasti. Rahmat bisa terjadi kapanpun dan di manapun. Berbeda dengan azab, Allah selalu menempatkan azab sebagai sesuatu yang potensial. Artinya, bisa saja terjadi, mungkin juga tidak.

Dia mengumpamakan bencana alam dari teori geologis. Tsunami terdahsyat terjadi setiap 200 tahun sekali dan gempa bumi parah terjadi 70 tahun sekali. Azab selalu memiliki siklus. Sedangkan rahmat, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Jika ditelaah, redaksi dalam Al-Qur’an, Allah selalu menceritakan rahmat sebagai sesuatu yang pasti. Bahkan Allah selalu menegaskan sebagai pemberi rahmat. Berbeda dengan azab, Allah menegaskan mampu memberikan azab, tidak dengan redaksi selalu terjadi.

Artinya, azab bisa saja diturunkan, pun demikian bisa diurungkan. Inilah yang disebut sifat Qadir Allah Ta’ala. Setiap bencana yang terjadi murni atas kuasa Allah. Namun, ia mengingatkan, seseorang tidak boleh berpikir bencana terjadi akibat maksiat atau dosa suatu kaum. “Itu bukan ranah kamu,” tegas Gus Baha.

Memang ada azab yang mansus, atau khusus diturunkan Allah untuk suatu kaum. Sebut saja azab yang diturunkan kepada umat Nabi Nuh. Akan tetapi, ada pengecualian bagi umat Nabi Muhammad SAW tidak wafat ditimpa azab besar seperti umat terdahulu.

Baginda Nabi Muhammad pernah bersabda, banyak umatnya yang mati yang syahid karena tenggelam, bencana alam, dan lain sebagainya.

“Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena Tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati karena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR Bukhari-Muslim).

Maka dari itu, bisa saja seorang muslim meninggal sebagai syahid melalui letusan gunung dan bencana alam lainnya. Atas dasar itu, Gus Baha meminta agar bijak menanggapi bencana alam. Tidak perlu selalu menghubung-hubungkan antara azab dengan dosa dan maksiat.

“Kita mending berpikir yang positif saja, siapa tahu justru dengan cara itu orang mati dikatakan syahid,” ucapnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 29 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)