Pesantren Jadi Tempat Ideal Pembinaan Karakter, Begini Kata Presiden Jokowi
Muhajirin
Sabtu, 11 Desember 2021 - 19:43 WIB
Presiden Joko Widodo bersama santri (Dok Biro Setpres)
Globalisasi sangat cepat merayap di bumi Pertiwi. Selain membawa dampak positif, banyak namun rupanya globalisasi membawa perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat. Banyak norma-norma yang turun-temurun dari generasi salafus shalih hampir hilang.
Namun miris, maksiat terjadi di mana-mana dan pergaulan tanpa batas. Kondisi itu mempengaruhi moral generasi muda saat ini. Pada situasi itu, pondok pesantren menjadi tempat paling berperan vital untuk membangun karakter anak bangsa.
Pondok pesantren sebagai tempat pembinaan karakter paling ideal diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, KH Ahmad Fauzi Tidjani. Pesantren menjadi solusi kala dekadensi moral kian tak terkendali.
“Karakter itu terbentuk karena lingkungan. Maka itu, pesantrenlah tempat yang paling ideal untuk menciptakan karakter yang ideal sesuai sesuai visi misi kiai, para pembinan. Karena karakter, berubah dari A sampai Z, itu karena 24 jam dibina, dan santri tidak terpengaruh oleh pengaruh luar,” kata KH Ahmad dalam sebuah video di kanal youtube resmi milik Presiden Joko Widodo, dikutip Sabtu (11/12/2021).
Di pesantren, kegiatan santri terkontrol selama 24 jam. Tidak ada cela untuk melakukan hal-hal terlarang dalam agama. Seperti Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Di pesantren ini, para santri sudah mulai beraktivitas sejak pukul 03.00 dini hari. Bukan untuk begadang nonton bola, tapi tahajud berjamaah.
Sela waktu tahajjud dan shalat dimanfaatkan untuk murojaah pelajaran dan hafalan Al-Qur’an. Usai dua rakaat pun demikian. Para santri tetap diam di masjid menunggu fajar menyinsing sambil berdzikir dan berkegiatan di dalam masjid.
Kala pagi telah terlihat, para santri tersebar dalam beberapa kelompok. Ada kelompok yang berolahraga sambil melafalkan hafalan mufradat. Ada pula yang membersihkan area pondok pesantren. Tepat pukul 06.00 pagi, para santri dipersilahkan melakukan persiapan masuk kelas.
Namun miris, maksiat terjadi di mana-mana dan pergaulan tanpa batas. Kondisi itu mempengaruhi moral generasi muda saat ini. Pada situasi itu, pondok pesantren menjadi tempat paling berperan vital untuk membangun karakter anak bangsa.
Pondok pesantren sebagai tempat pembinaan karakter paling ideal diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, KH Ahmad Fauzi Tidjani. Pesantren menjadi solusi kala dekadensi moral kian tak terkendali.
“Karakter itu terbentuk karena lingkungan. Maka itu, pesantrenlah tempat yang paling ideal untuk menciptakan karakter yang ideal sesuai sesuai visi misi kiai, para pembinan. Karena karakter, berubah dari A sampai Z, itu karena 24 jam dibina, dan santri tidak terpengaruh oleh pengaruh luar,” kata KH Ahmad dalam sebuah video di kanal youtube resmi milik Presiden Joko Widodo, dikutip Sabtu (11/12/2021).
Di pesantren, kegiatan santri terkontrol selama 24 jam. Tidak ada cela untuk melakukan hal-hal terlarang dalam agama. Seperti Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Di pesantren ini, para santri sudah mulai beraktivitas sejak pukul 03.00 dini hari. Bukan untuk begadang nonton bola, tapi tahajud berjamaah.
Sela waktu tahajjud dan shalat dimanfaatkan untuk murojaah pelajaran dan hafalan Al-Qur’an. Usai dua rakaat pun demikian. Para santri tetap diam di masjid menunggu fajar menyinsing sambil berdzikir dan berkegiatan di dalam masjid.
Kala pagi telah terlihat, para santri tersebar dalam beberapa kelompok. Ada kelompok yang berolahraga sambil melafalkan hafalan mufradat. Ada pula yang membersihkan area pondok pesantren. Tepat pukul 06.00 pagi, para santri dipersilahkan melakukan persiapan masuk kelas.