home wirausaha syariah

Ponpes dan Santri Berperan Tingkatkan Inklusi Keuangan

Ahad, 12 Desember 2021 - 13:41 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin. Foto: Setwapres
Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan. Apalagi, dengan jumlah pondok pesantren (ponpes) dan santri yang tersebar hingga pelosok Tanah Air diyakini dapat mendorong perumbuhan ekonomi.

Berdasarkan survei Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI, 2020), indeks keuangan inklusif meningkat dari 76,19 persen pada 2019 menjadi 81,4 persen pada 2020, untuk aspek penggunaan akun atau rekening.

Angka itu masih berpeluang meningkat seiring dengan keberadaan 34.632 ponpes, dengan 4.766.394 santri yang ada di Indonesia.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah Terus Dorong Pengembangan Industri Halal

Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan, sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden No. 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Pelajar/santri, guru dan pengurus ponpes, serta masyarakat sekitarnya, merupakan sasaran strategis untuk mendukung capaian target indeks keuangan inklusif sebesar 90 persen di 2024.

“Undang-Undang No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah menjadi inisiatif strategis pemerintah untuk mengoptimalkan peranan ponpes di Indonesia. Terutama memberdayakan ekonomi dan keuangan masyarakat, termasuk inklusi keuangan,” jelasnya di Seminar Nasional Edukasi dan Literasi Keuangan, yang diselenggarakan secara hybrid pada 9-10 Desember 2021, di Pondok Pesantren As-Shofa, Tangerang, Banten, Sabtu (11/12).

Pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan di lingkungan ponpes telah intensif dikoordinasikan oleh Sekretariat DNKI. Hal itu dilakukan melalui implementasi berbagai program dengan sinergi koordinatif bersama pihak terkait.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ponpes santri berperang penting tingkatkan inklusi keuangan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya