Swafoto di Lokasi Bencana Semeru, Psikolog: Ini Akibat Kebutuhan Eksistensi
Muhammad rifai akif
Senin, 13 Desember 2021 - 19:18 WIB
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021). (Foto: Twitter @terroralarm)
Warganet dihebohkan dengan ulah segelintir orang yang menjadikan lokasi bencana Gunung Semeru sebagai konten media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak tiga remaja putri dan warga asyik berselfie layaknya tengah berada di lokasi wisata. Sontak aktivitas tersebut pun mendapat kecaman.
Tak hanya berbahaya untuk diri sendiri, dimana ancaman erupsi susulan masih bisa terjadi kapan saja, namun juga bisa mengganggu kinerja petugas yang melakukan evakuasi. Selain itu dengan mengambil gambar diri dengan latar tempat bencana menunjukkan minim empati terhadap korban erupsi.
Baca juga: Bolehkah Menyindir Lewat Status Media Sosial? Ini Kata Ustadz Zacky Mirza
Ketua Asosiasi Psikologi Islam (API) DKI Jakarta mengaitkan media sosial dengan kebutuhan hidup masyarakat modern saat ini.
"Media sosial sudah menjadi kebutuhan hidup. Sehingga orang merasa perlu eksis dengan konten dan postingan." kata Iqbal pada Langit7, Senin (13/12/2021).
Menurut Iqbal, bagi orang yang memiliki ide kreatif, media sosial bisa jadi tempat untuk menyalurkan idenya sebagai konten. Namun, berbeda dengan orang yang tidak memiliki inovasi dan kreativitas, maka ia tidak ada pilihan untuk membuat konten padahal ada keinginan untuk eksis.
Dalam video yang beredar, tampak tiga remaja putri dan warga asyik berselfie layaknya tengah berada di lokasi wisata. Sontak aktivitas tersebut pun mendapat kecaman.
Tak hanya berbahaya untuk diri sendiri, dimana ancaman erupsi susulan masih bisa terjadi kapan saja, namun juga bisa mengganggu kinerja petugas yang melakukan evakuasi. Selain itu dengan mengambil gambar diri dengan latar tempat bencana menunjukkan minim empati terhadap korban erupsi.
Baca juga: Bolehkah Menyindir Lewat Status Media Sosial? Ini Kata Ustadz Zacky Mirza
Ketua Asosiasi Psikologi Islam (API) DKI Jakarta mengaitkan media sosial dengan kebutuhan hidup masyarakat modern saat ini.
"Media sosial sudah menjadi kebutuhan hidup. Sehingga orang merasa perlu eksis dengan konten dan postingan." kata Iqbal pada Langit7, Senin (13/12/2021).
Menurut Iqbal, bagi orang yang memiliki ide kreatif, media sosial bisa jadi tempat untuk menyalurkan idenya sebagai konten. Namun, berbeda dengan orang yang tidak memiliki inovasi dan kreativitas, maka ia tidak ada pilihan untuk membuat konten padahal ada keinginan untuk eksis.