Teladan Adab Imam Malik dan Imam Syafi’i dalam Menuntut Ilmu
Muhajirin
Rabu, 15 Desember 2021 - 20:24 WIB
ilustrasi majelis ilmu ulama terdahulu (foto: istimewa)
Pengasuh Majelis Darul Murtadza Malaysia, Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid, menceritakan adab Imam Malik dan Imam Syafi’i saat menuntut ilmu. Adab menjadi kunci warisan keilmuan dua imam tersebut kekal hingga kini. Warisan ilmu keduanya selalu hadir jadi solusi dalam setiap permasalahan umat Islam hingga hari ini melalui fatwa-fatwanya.
Suatu ketika salah seorang murid Imam Malik bercerita perihal adab salah satu Imam Mazhab itu. Murid itu mengaku belajar selama 20 tahun di hadapan Imam Malik. 18 tahun belajar adab dan 2 tahun belajar ilmu.
“Andai saya gunakan 20 tahun itu belajar adab saja, sebab ilmu Imam Malik saya boleh jumpa pada orang lain, tapi adab yang ada pada Imam Malik saya tak jumpa pada orang lain,” kata Habib Ali menirukan perkataan murid Imam Malik itu, dikutip kanal youtube ARW Picture, Rabu (15/12/2021).
Hal itu menunjukkan kesempurnaan adab seorang ulama sekelas Imam Malik. Bahkan diceritakan Imam Malik ketika berada di Madinah selalu berjalan kaki. Ia tak ingin mengendarai kuda ataupun keledai karena khawatir menginjak bekas pijakan Rasulullah dan para sahabat.
Baca Juga:Pentingnya Adab Sebelum Ilmu, Dicontohkan Sahabat Hingga Tabiin
Selain itu, Imam Malik saat hendak menyampaikan hadits Rasulullah, terlebih dahulu berwudhu dan berhias. Diriwayatkan dari Ibnu Uwais berkata tentang Imam Malik; “ Apabila Imam Malik hendak menceritakan hadits, dia berwudhu, duduk di depan permadaninya, menyisir jenggotnya, dan duduk dengan tenang penuh wibawa.”
Ketika salah seorang murid Imam Malik bertanya, “Mengapa engkau selalu memulainya dengan wudhu sebelum mengajarkan hadits?”
Suatu ketika salah seorang murid Imam Malik bercerita perihal adab salah satu Imam Mazhab itu. Murid itu mengaku belajar selama 20 tahun di hadapan Imam Malik. 18 tahun belajar adab dan 2 tahun belajar ilmu.
“Andai saya gunakan 20 tahun itu belajar adab saja, sebab ilmu Imam Malik saya boleh jumpa pada orang lain, tapi adab yang ada pada Imam Malik saya tak jumpa pada orang lain,” kata Habib Ali menirukan perkataan murid Imam Malik itu, dikutip kanal youtube ARW Picture, Rabu (15/12/2021).
Hal itu menunjukkan kesempurnaan adab seorang ulama sekelas Imam Malik. Bahkan diceritakan Imam Malik ketika berada di Madinah selalu berjalan kaki. Ia tak ingin mengendarai kuda ataupun keledai karena khawatir menginjak bekas pijakan Rasulullah dan para sahabat.
Baca Juga:Pentingnya Adab Sebelum Ilmu, Dicontohkan Sahabat Hingga Tabiin
Selain itu, Imam Malik saat hendak menyampaikan hadits Rasulullah, terlebih dahulu berwudhu dan berhias. Diriwayatkan dari Ibnu Uwais berkata tentang Imam Malik; “ Apabila Imam Malik hendak menceritakan hadits, dia berwudhu, duduk di depan permadaninya, menyisir jenggotnya, dan duduk dengan tenang penuh wibawa.”
Ketika salah seorang murid Imam Malik bertanya, “Mengapa engkau selalu memulainya dengan wudhu sebelum mengajarkan hadits?”