LANGIT7.ID, Jakarta - Adab merupakan pelajaran paling pertama dan utama bagi seorang penuntut ilmu sebelum belajar ilmu-ilmu lain. Adab akan menjaga seorang pelajar tetap berada di jalan ilmu serta membuat ilmunya bermanfaat.
Firman Allah dalam Surat Al Jumuah ayat dua:
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ
Arti: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Baca Juga: Tanggung Jawab Guru Tak Hanya Mentransfer Ilmu tapi juga Mendidik Adab dan AkhlakDr Anis Ahmad Karzoun dalam Adab
fi Tholibil Ilmi menjelaskan, ayat tersebut menguraikan tiga unsur dakwah Rasulullah, yakni
tabligh (menyampaikan),
tazkiyah (mensucikan), dan
ta’lim (mengajarkan). Dalam ayat itu, kata tazkiyah mendahului ta’lim.
Artinya, sebelum seorang pelajar belajar suatu ilmu hendaknya terlebih dahulu mendidik jiwanya. Tazkiyah adalah pendidikan jiwa untuk menerapkan Islam, berpegang teguh kepada akhlaq mulia serta budi pekerti luhur.
Baca Juga: Refleksi Hari Guru: Murid Mendoakan Guru, Guru Mendoakan MuridPara sahabat juga mencontohkan pendidikan adab sebelum ilmu. Mereka dengan penuh semangat mengajarkan adab sebelum ilmu kepada anak didik mereka dari kalangan tabi’in.
Mereka mengarahkan anak didik untuk berkomitmen kepada akhlaq dan adab terhadap diri sendiri, keluarga, para guru, serta orang lain. Dari Malik bin Anas, bahwa ibunya pernah berkata, “Pergilah kamu ke rumah Rabi’ah, pelajarilah adabnya sebelum kamu mempelajari ilmunya.”
Baca Juga: Nasihat Imam Syafii: Syarat dan Adab Menuntut IlmuBaca Juga: DPR Minta Pemerintah Perhatikan Pesantren Swasta(zhd)