LANGIT7.ID, Jakarta - Imam Syafii berkata dalam salah satu syairnya bahwa barang siapa yang meninggalkan menuntut ilmu di waktu mudanya, maka bertakbirlah empat kali atas kematiannya. Ada pula pepatah lain yang mengatakan bahwa menuntut ilmu di waktu muda ibarat mengukir di atas sebuah batu.
Berbicara tentang ilmu, berarti kita berbicara masalah adab. Berbicara masalah adab menuntut ilmu, berarti kita berbicara cara mendapatkan ilmu. Seperti halnya shalat, kita membahas syarat mendirikan shalat. Untuk itu, Imam Syafi’i menerangkan dengan jelas syarat-syarat agar seseorang bisa mendapatkan ilmu.
Baca Juga: Arsitektur Masjid Tua di Indonesia, Banyak Tak BerkubahSebuah mahfudzot menyebutkan
أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ # سَأُنْيِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَـانٍ
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاْجتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ # وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
"Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal. Saya akan mengabarkan kepadamu perinciannya dengan jelas, yaitu kecerdasan, tamak, sungguh-sungguh, harta benda, kedekatan dengan guru, dan tempo yang lama."
Pertama, kecerdasan, yaitu keadaan seseorang untuk mau terus berpikir dengan akal dan kecerdasan. Seseorang tidak akan mendapatkan sebuah ilmu atau pengetahuan tanpa berpikir karena berpikir merupakan tindakan yang wajib dilakukan oleh manusia sebagai makhluk yang sempurna.
Kedua, ketamakan, yaitu sikap sebagai penuntut ilmu yang tidak puas dengan ilmu yang sudah ada. Dengan begitu, ilmu-ilmu yang belum kita miliki masuk ke diri kita. Ibarat gelas kosong, yang selalu dapat terisi oleh air yang dituangkan ke dalam. Kalau kita sudah merasa penuh, maka cukuplah diri kita dengan ilmu yang sedikit itu.
Baca Juga: Bagaimana Bacaan Doa Sujud Tilawah dan Praktiknya?Ketiga, sungguh-sungguh. Ilmu tidak akan kita capai kalau tidak ada kesungguhan dalam mencarinya. Singsingkan lengan bajumu dan bersungguh-sungguhlah mencapai apa yang engkau inginkan. Sebab kehormatan itu tak bisa engkau capai hanya dengan bermalas-malasan. Sebuah penyesalan itu hanya untuk orang-orang yang malas.
Keempat, biaya. Ibarat orang yang ingin menempuh perjalanan jauh, maka ia harus menyiapkan perbekalan dengan persiapan yang matang. Biaya itu ibarat sebuah perbekalan bagi para pencari ilmu. Jika seseorang berani membayar mahal demi tiket sebuah konser, mengapa mencari ilmu kita tidak mau.
Kelima, kedekatan terhadap guru. Sebagai syarat bagi penuntut ilmu, yaitu kedekatan dengan seorang guru, baik dalam susah maupun senang. Karena begitu besar jasa seorang guru terhadap perubahan yang ada pada diri kita, maka kita berkewajiban menghormati dan menaatinya seperti kita menghormati orangtua kita.
Baca Juga: Tuntunan Shalat Menurut Rasulullah, Diutamakan BerjamaahKeenam, tempo yang lama. Ada sebuah rumusan tentang mencari ilmu, yaitu mau banyak materi dan mendalam maka tidak bisa sebentar, mau mendalam dan sebentar maka tidak bisa banyak materi, mau sebentar dan banyak materi maka tidak bisa mendalam. Jadi, menuntut ilmu itu butuh kesabaran.
Itulah enam syarat yang harus kita penuhi dalam menuntut ilmu. Imam Syafi’i mengatakan bahwa ilmu adalah sebuah cahaya dan cahaya itu tidak akan didapati para pelaku maksiat. Karena itu, dalam menuntut ilmu pun kita harus memperhatikan kelakuan kita agar bernilai ibadah. Semoga dengan semakin bertambah ilmu yang kita punya, semakin besar pula kedekatan kita terhadap Allah SWT.
Wallahu a’lam.
Baca Juga:
3 Kebaikan Bisa Antarkan ke Surga, Nomor 2 Paling Sederhana
Berapa Ukuran Air untuk Berwudhu? Jangan sampai Mubadzir(asf)