Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home masjid detail berita

Tuntunan Shalat Menurut Rasulullah, Diutamakan Berjamaah

ahmad zuhdi Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:05 WIB
Tuntunan Shalat Menurut Rasulullah, Diutamakan Berjamaah
Tuntunan shalat menurut Rasulullah. (Foto: Antara).
LANGIT7.ID, Jakarta - Tuntunan shalat menurut Rasulullah harus menjadi acuan ummat Islam dalam beribadah. Mulai dari gerakan, bacaan, waktu hingga cara mengerjakannya yakni berjamaah.

Shalat merupakan ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat kelak. Shalat juga dapat dijadikan barometer amal-amal yang lain, bahkan baik buruknya seseorang mencerminkan ibadah rutin shalat 5 waktunya.

Khalifah Umar bin Khatab diriwayatkan pernah mengirim surat kepada para gubernur yang diangkatnya, dia berpesan: "Sesungguhnya tugas kalian sebagai gubernur yang paling utama di mataku ialah shalat. Barang siapa memelihara shalat, berarti ia telah memelihara agamanya, Barang siapa lalai terhadap shalat, terhadap urusan yang lain akan lebih lalai".

Baca Juga: Tata Cara Shalat Berjamaah Sesuai Sunnah dan Ajaran Nabi

Shalat yang baik dan benar dijanjikan Allah dan Rasul-Nya akan menjadi penghapus atas segala dosanya. Allah berfirman: "Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk." (QS Hud: 114).

Dalam sebuah dialog dengan para sahabatnya, Nabi shalallahu alaihi wasallam mengumpamakan shalat lima waktu seperti mandi lima kali. "Nabi SAW bertanya, "Bagaimana pandanganmu jika di pintu rumah salah seorang di antara kamu ada sumur, lalu mandi sehari lima kali, bagaimanakah kotoran di badan orang itu?" Para sahabat menjawab, "Tidak akan tersisa kotoran itu sedikit pun." Nabi Saw. bersabda: "Demikian juga perumpamaan shalat yang lima waktu, Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya." (HR. Bukhari).

Namun, mandi yang bagaimana yang akan mampu membersihkan kotoran di badan itu? Jika mandinya tidak bersabun, tidak menggosok-gosok badan, bahkan airnya diobok-obok, dibuat keruh, tentu bukan membersihkan kotoran, malah membuat tubuh semakin kotor.

Demikian juga halnya shalat. Jika dilaksanakan dengan riya atau tidak ikhlas, tidak khusyuk, tidak benar, bahkan menambah-nambahkannya, tentu shalat itu tidak akan menjadi penghapus dosa. Sebaliknya, bisa jadi akan menambah dosa.

Rasulullah memberikan tuntunan shalat untuk ummatnya dengan yakni: "Shallu kama ra-aitumuni ushalli." Artinya: "Shalatlah kamu seperti kalian melihat (mendapatkan) aku shalat". (HR Bukhari).

Bicara soal niat, tidak sedikit orang yang hanya berprinsip bahwa yang penting ibadah itu ikhlas", tanpa mau memperhatikan atau mempedulikan masalah prinsip dalam shalat.

Padahal Allah telah mengingatkan: "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (QS an-Nur).

Hal prinsip tersebut di antaranya mendahului imam. Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda: "Hendaklah kamu takut: jika kamu mengangkat kepala mendahului imam, Allah akan mewujudkannya di akhirat sebagai keledai."

Hadits ini memberi penegasan bahwa shalat yang utama ialah berjamaah, nilainya jelas lebih utama daripada shalat munfarid atau sendiri. Tapi secara prinsipnya shalat harus mengikuti gerakan imam, jangan mendahuluinya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)