Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Biar Dapat Pahala, Simak Tuntunan Merayakan Idul Fitri Berikut Ini

Muhajirin Rabu, 19 April 2023 - 22:12 WIB
Biar Dapat Pahala, Simak Tuntunan Merayakan Idul Fitri Berikut Ini
ilustrasi.
LANGIT7.ID, Jakarta- - Bagi kaum Muslim, Shalat Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinantikan setiap tahun. Namun, tidak hanya menjadi momentum merayakan kemenangan setelah berpuasa selama sebulan penuh, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dan pahala yang melimpah.

Pada pagi hari 1 Syawal, setiap Muslim diundang untuk merayakan kegembiraan. Shalat Idul Fitri memiliki makna penting dalam syiar Islam. Rasulullah SAW mengimbau umatnya untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri di lapangan terbuka, seperti yang dicatat dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Bahkan, wanita yang baru mencapai usia dewasa atau yang sedang dalam masa haid juga dianjurkan untuk ikut serta dalam perayaan tersebut. Meskipun mereka tidak ikut shalat, hal ini tetap menunjukkan betapa besar keberkahan dari shalat Idul Fitri.

Baca juga:Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri di Jabodetabek 21 April 2023

Oleh karena itu, ada beberapa sunnah yang sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah shalat Idul Fitri agar bisa cuan pahala lebih banyak:
1. Mandi Sunah Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri
Umat Islam disunnahkan mandi sebelum berangkat Shalat Idul Fitri. Waktunya bisa sebelum atau sesudah Shalat Subuh pada 1 Syawal. Anjuran untuk mandi sebelum berangkat ke lapangan tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

“Dan dari Amdullah bin Abbas RA, ia berkata, ‘Bahwasanya Nabi SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha’.” (HR. Ibnu Majah)

2. Memakai Pakaian Terbaik dan Parfum
Hadits riwayat Jabir bin Abdillah menyebutkan, Nabi Muhammad Saw memiliki jubah yang digunakan saat hari raya dan hari Jumat. Akan tetapi, tidak boleh berlebih-lebihan. Misalnya, sutra adalah bahan yang bagus, tapi kaum pria dilarang memakainya.

Pakaian terbaik tidak harus mahal dan baru. Disunnahkan pula memakai wangi-wangian yang tidak berlebihan. Berdasarkan hadits riwayat Ja’far bin Muhammad dari ayahnya: “Bahwasanya Nabi SAW memakai pakaian terbagus setiap kali hari raya. “ (HR Ahmad)

dalam hadits lain, dari Hasan bin Ali, ia berkata, “Rasulullah memerintah kami memakai pakaian yang terbagus dalam dua hari raya, memberi wewangian pada pakaian yang kami pakai, dan menyembelih binatang yang paling berharga (mahal).” HR Hakim)

3. Makan Sebelum Berangkat ke Tempat Shalat Idul Fitri
Sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fitri, disarankan untuk makan terlebih dahulu sebagai tanda bahwa bulan Ramadhan telah berakhir. Selain itu, 1 Syawal juga termasuk dalam hari-hari di mana dilarang untuk berpuasa. Sebuah riwayat dari Anas bin Malik menyatakan bahwa Nabi SAW tidak pernah berangkat ke lapangan pada Hari Raya Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma. Rasul SAW biasanya memakan kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga atau lima butir, atau lebih banyak lagi jika diinginkan.

Namun, jenis makanan yang dimaksud tidak harus selalu kurma, tetapi bisa juga makanan halal dan baik lainnya. Di sisi lain, saat hendak melaksanakan shalat Idul Adha, disarankan untuk tidak makan terlebih dahulu. Setelah shalat, disunahkan untuk memakan daging hewan kurban sebagai bagian dari ibadah dan tanda syukur kepada Allah SWT.

Dari Buraidah berkata, “Nabi SAW tidak berangkat pagi pada hari raya Idul Fitri kecuali makan terlebih dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha kecuali setelah pulang, kemudian makan hasil penyembelihannya.” (HR Ahmad)

4. Mengambil Jalan Berbeda Saat Berangkat dan Pulang
Idul Fitri adalah hari raya yang penuh dengan kegembiraan dan kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Pada hari ini, umat Islam berkumpul bersama untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di masjid atau lapangan terbuka. Sholat Idul Fitri adalah salah satu syi’ar Islam yang sangat penting dan memiliki banyak hikmah.

Salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW yang terkait dengan sholat Idul Fitri adalah mengambil jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat sholat. Ini berdasarkan hadits dari Jabir bin Abdullah RA yang berkata: “Ketika hari raya, Rasulullah SAW mengambil jalan yang berbeda.” (HR. Bukhari no. 986).

5. Mengumandangkan Takbir
Pada saat perjalanan menuju lapangan lokasi shalat Idul Fitri atau Idul Adha, disarankan untuk mengumandangkan takbir dengan keras seperti yang dilakukan oleh Ibnu Umar. Namun, kaum perempuan dihimbau untuk tidak mengeraskan bacaan takbir dan juga disarankan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian.

Saat imam sudah tiba di tempat shalat, jamaah dapat mengikuti arahan imam dalam mengumandangkan takbir hingga dimulainya shalat. Selain itu, saat pergi dan kembali dari lapangan, disarankan untuk membawa sejadah masing-masing dan berjalan kaki sambil mengucapkan takbir. Di waktu kembali, disarankan untuk mengambil rute yang berbeda dari rute yang dilalui saat berangkat. Hal ini bertujuan untuk bertemu dengan lebih banyak orang dan menyebarkan kebahagiaan, keceriaan, sapaan, salam, senyuman, dan silaturrahim.

“Dari ibnu Umar, bahwasanya Nabi SAW keluar dari masjid, beliau bertakbir hingga sampai ke mushala -yaitu tanah lapang yang biasa digunakan shalat id.” (HR Hakim). Selain itu berdasarkan hadits dari Abu Hurairah, dia berkata;

“Bahwa Nabi SAW, apabila keluar untuk shalat dua hari raya, maka beliau pulang melewati jalan yang berbeda dari jalan sebelumnya.” (HR Hakim)

6. Saling Menyapa dengan Salam dan Doa
Setelah selesai shalat Idul Fitri, sangat disarankan bagi jamaah untuk saling menyapa dengan salam dan mendoakan satu sama lain. Hal ini akan mempererat tali silaturahim di hari yang penuh berkah ini.

“Jika kalian diberi salam dalam bentuk apapun, maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal.” (QS An-Nisa: 86)

Ucapan yang populer saat silaturahim di Hari Raya Idul Fitri adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum.” Ucapan ini telah diwariskan oleh kalangan tabiin dan tabi'in. Ucapan tersebut kemudian dijawab dengan ucapan yang sama. Saling menyapa dan saling bersalam-salam-an bukan hanya terjadi di lokasi shalat, tetapi juga dalam perjalanan pulang dan di rumah. Semakin banyak orang yang kita silaturahim-i, semakin baik. Nabi SAW sendiri memberikan contoh dalam hadis riwayat Jabir bin Abdillah dengan memilih jalur yang berbeda ketika berangkat dan pulang saat melaksanakan shalat Id.

7. Berbondong-bondong ke Tanah Lapang untuk Shalat Idul Fitri
Semua umat Muslim, termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak, diwajibkan untuk menghadiri shalat Id di tanah lapang. Namun, perempuan yang sedang menstruasi harus menjauh dari area salat dan tidak ikut serta dalam pelaksanaannya.

“Dari umi Athiyah berkata: Kamu diperintahkan mengajak orang yang sedang haid dan orang-orang tua menghadiri dua shalat id. Lalu mereka menyaksikan jamaah umat Islam dan ajakan mereka.

Sedangkan, orang yang haid dipisahkan dari tempat shalat. Seorang wanita bertanya: Wahai Rasulullah, salah satu kami tidak punya jilbab? Nabi menjawab: Hendaklah temannya memberikan jilbab untuknya.” (HR Bukhari)

8. Shalat Id Dilaksanakan Saat Matahari Muncul
Menurut mazhab Syafi'i, waktu pelaksanaan sholat dua rakaat ini, dimulai dari munculnya matahari atau habisnya waktu subuh pada hari raya Idul Fitri sampai nanti bergesernya matahari memasuki waktu dzuhur. (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VII, halaman 7).

“Diriwayatkan dari jundub (dilaporkan bahwa) ia berkata: Adalah Nabi SAW melakukan Shalat Idul Fitri bersama kami ketika matahari setinggi dua penggalah dan Idul Adha ketika matahari setinggi satu penggalah.” (HR Ahmad)

9. Shalat Dua Rakaat
Hari Raya Idul Fitri ialah melaksanakan shalat ‘id atau shalat sunnah Idul Fitri. Shalat ini dilakukan pada pagi hari di waktu dhuha pada tanggal 1 Syawal. Jumlah rakaat shalat Idul Fitri ialah dua rakaat. Ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:

“Shalat Jumat itu dua rakaat, shalat Idul Fitri dua rakaat, shalat Idul Adha dua rakaat, dan shalat safar dua rakaat. Dilakukan secara sempurna tanpa qashar berdasarkan sabda Nabi Muhammad Saw.” (HR. An-Nasai).

Meski sama-sama dilakukan dengan dua rakaat, tapi ada yang membedakan shalat Idul Fitri dengan shalat lainnya yang disebut pada hadis di atas, yakni hitungan jumlah takbir. Ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Saw:

“Takbir pada shalat Idul Fitri berjumlah tujuh takbir pada rakaat pertama, dan lima takbir pada rakaat kedua. Dan membaca ayat Al-Quran setelah takbir pada keduanya. (HR. Abu Daud).

10. Khutbah Satu Kali
Menurut hadits, khutbah Idul Fitri berbeda dengan khutbah Jumat. Dalam khutbah id tidak disela dengan duduk di antara dua khutbah, alias hanya satu kali. Berdasarkan hadits di bawah ini:

Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa dia berkata: Rasulullah SAW keluar pada hari-hari Idul Fitri dan Idul Fitri ke tempat sholat, jadi hal pertama yang dilakukannya adalah berdoa, kemudian setelah selesai dia berdiri menghadap kerumunan yang masih duduk di barisan mereka, kemudian Nabi SAW memberikan nasehat, pesan dan perintah kepada mereka; kemudian jika dia ingin mengirim pasukan atau jika dia ingin memerintahkan sesuatu untuk dilakukan, maka dia pulang. (Muttafaq 'alaih, dan ini lafal al-Bukhari)

11. Menebar Kebaikan
Pada hari Hari Raya Idul Fitri, tidak boleh ada umat Islam yang kekurangan dan kelaparan. Makanya, ada ketentuan zakat fitrah agar semua bisa merasakan kebahagiaan pada hari kemenangan itu.

“Sungguh setiap kaum mempunya hari raya sendiri, dan hari ini adalah hari raya kita.” (HR Bukhari)

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)