LANGIT7.ID, Jakarta - - Sujud tilawah adalah sujud sehubungan denngan membaca ayat sajdah dalam shalat ketika membaca surat pendek. Dalam al-Qur'an terdapat 15 jumlah ayat sajdah.
Apabila membaca salah satu ayat al-Qur'an yang terdapat ayat sajdah, baik di dalam shalat atau di luar shalat, dianjurkan untuk sujud satu kali sujud. Dan jika dilakukan di luar shalat, tidak disyariatkan punya wudhu.
Baca juga:
Tuntunan Shalat Menurut Rasulullah, Diutamakan BerjamaahDalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, sujud tilawah sendiri memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah dekat dengan surga. Ini sebagaimana disebutkan Nabi Saw dalam sabdanya:
إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ
Latin: Idza qara'a ibnu Adamaas-sajdah fasajada i'tazalas-syaythona yabkii yaquulu ya waylahu - wa fii riwayati Abi Kuraib Wayli - umiirabnu adama bissujudi fasajada falahul jannah wa umirtu bis-sujudi fa'abaytu falan naar.
Arti: "Jika anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata; ‘Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka."
Baca juga:
3 Kebaikan Bisa Antarkan ke Surga, Nomor 2 Paling SederhanaAdapun doa dalam sujud tilawah ialah;
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِه
Latin: Sajada wajhi lillazi kholaqohu wa showwarohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorahu bi hawlihi wa quwwatihi.
Arti: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakan dan membentuknya dan Zat yang membentuk (membelah) pendengaran dan penglihatannya, dengan daya dan kekuatanNya." (HR Abu Dawud).
Baca juga:
Berapa Ukuran Air untuk Berwudhu? Jangan sampai MubadzirCara Membaca
1. Jika ayat sajdah itu kebetulan di akhir surat, seperti wasjud waqtarib, maka langsung sujud tilawah dan setelah bangkit dengan tegak, baru takbir lagi untuk ruku.
2. Bila ayat sajdah itu di tengah surat, maka langsung saja sujud tilawah dan setelah bangkit, ia melanjutkan lagi bacaannya dan kemudian ruku.
3. Jika imam atau yang membaca ayat sajdah tidak sujud, maka ma'mum atau yang mendengarnya tidak perlu sujud.
Sumber: Kitab al-Fatawa tentang Shalat karya KH Aceng Zakaria hal 114-115.
Baca juga:
Dzikir Sore Hari, Sambil Beraktivitas Bisa Amalkan Bacaan Ini(asf)