Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tanggung Jawab Guru Tak Hanya Mentransfer Ilmu tapi juga Mendidik Adab dan Akhlak

Muhajirin Jum'at, 26 November 2021 - 12:09 WIB
Tanggung Jawab Guru Tak Hanya Mentransfer Ilmu tapi juga Mendidik Adab dan Akhlak
Ilustrasi seorang Kiai mengajarkan Al-Quran kepada santrinya (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pegiat pendidikan asal Makassar, Ustadz Syamsuddin, mengingatkan para guru untuk memperhatikan adab terhadap murid. Adab tersebut memiliki pengaruh besar untuk melahirkan generasi emas di masa depan.

Salah satu adab seorang guru terhadap murid adalah mengutamakan pendidikan adab dan akhlak ketimbang mentransfer ilmu semata. Sebab, adab merupakan pondasi utama agar anak didik mampu mengeksplorasi setiap ilmu yang dia dapatkan.

“Adab dulu baru ilmu. Bukan ilmu baru adab. Betapa pentingnya adab. Orang beradab, sudah pasti berilmu. Tapi orang berilmu belum tentu beradab,” kata Syamsuddin dalam webinar Minhaj MIUMI, Kamis malam (25/11/2021).

lmu tanpa adab sangat berbahaya. Ibarat sebuah korek api tanpa kayu bakar. Korek itu tidak akan berguna sama sekali. Ilmu tanpa adab seperti jasad tanpa ruh. Anak didik hanya berjalan tanpa arah tujuan yang pasti.

“Ngapain orang berilmu, tapi tidak beradab. Di Indonesia, cukup banyak orang berilmu, tapi lupa berlajar adab, lupa belajar akhlak,” ucapnya.

Ilmu tanpa ilmu memiliki dampak sangat besar. Dia menyebut di Indonesia banyak orang memiliki kecerdasan intelektual, namun hanya menjadi manusia cerdik dan licik karena tidak diiringi dengan adab. Itu bisa dilihat dari oknum anak bangsa yang korupsi.

Para koruptor merupakan kumpulan orang-orang berijazah. Namun, ketiadaan adab membuat mereka abai terhadap hak-hak rakyat demi kepentingan pribadi dan kelompok.

“Nah, ini tugas kita sebagai guru ke depan. Bagaimana mencetak anak didik sebagai asset anak bangsa yang memiliki nilai-nilai karakter. Cukup tiga, karakter intelektual, karakter emosional, dan tak kalah penting adalah karakter spiritual,” ucapnya.

Karakter spiritual itu bukan hanya tanggung jawab guru agama saja. Tapi menjadi tanggung jawab bersama. Semua elemen masyarakat memiliki peran penting. Mulai dari pemerintah sebagai pengambil kebijakan hingga orang tua yang berhadapan langsung dengan anak.

Setiap guru juga harus memperhatikan hal tersebut. Setidaknya setiap guru memasukkan nilai-nilai spiritual di setiap mata pelajaran. Nilai karakter spiritual ini harus dikedepankan, terutama shalat. Guru harus bisa mendidik anak menghentikan semua aktivitas jika mendengar azan berkumandang.

“Adab ini adalah hal yang sangat penting, untuk dimiliki oleh seorang guru. Ada guru sebagai ilmuwan untuk dirinya sendiri, ada guru sebagai ilmuwan khusus pembelajaran, dan ada guru sebagai ilmuwan terhadap murid,” ucapnya.

Mendidik Sesuai Kapasitas Murid

Selain itu, salah adab yang tak kalah penting adalah memperhatikan kapasitas murid. Setiap murid memiliki kemampuan berbeda-beda. Ada murid yang hanya mampu di bidang matematika, ada pula hanya fisika, dan begitu seterusnya.

Guru harus mampu melihat itu secara jeli agar bisa memberikan pendidikan terbaik. Ikan di lautan tidak mungkin diajari memanjat pohon, karena itu bukan kapasitasnya. Demikian pula murid. Setiap anak didik memiliki kapasitasnya masing-masing.

“Salah satu adab guru terhadap murid adalah memperhatikan kapasitas diri setiap siswa. Banyak guru yang tidak mampu mentransfer ilmu kepada murid, karena tidak memahami kapasitas muridnya. Setiap murid memiliki kemampuan berbeda-beda, maka sangat perlu memahami teori pendidikan,” kata Syamsuddin.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)