LANGIT7.ID-, Jakarta - - Di era digital dan dunia global saat ini tugas guru makin berat. Mereka dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, dan apresiasi yang rendah. Bahkan ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum.
"Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid," tegas Menteri Dikdasmen, Abdul Mu'ti dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional 2025, Senin (24/11/2025).
Demi melindungi para guru, Mendikdasmen telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
Baca juga: Kemendikdasmen Prioritaskan Pengembangan Konten Bidang Kejuruan di Platform Rumah PendidikanIsi kesepahaman antara lain penyelesaiin damai bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik.
Menteri Mu'ti mengingatkan bahwa guru merupakan agem pembelajaran dan peradaban serta mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia.
"Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai judi
online, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya," ujar Abdul Mu'ti.
Baca juga: Marak Kasus Bullying, Kemendikdasmen Targetkan Aturan Baru Sekolah Aman Berlaku 2026Pada kesempatan yang sama, Menteri Mu'ti pun mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri.
"Saya mengimbau masyarakat, orangtua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru," imbaunya.
Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November.
(lsi)