LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kehadiran platform pembelajaran digital
Rumah Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan melalui akses sumber belajar yang lebih luas, efektivitas proses pembelajaran, serta peningkatan motivasi belajar peserta didik.
Rumah Pendidikan yang terdiri atas layanan Ruang GTK dan Ruang Murid, dirancang sebagai solusi pembelajaran lebih interaktif, adaptif, dan menyenangkan bagi guru maupun peserta didik.
Saat ini
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah memperkuat ekosistem konten pembelajaran melalui kolaborasi dengan guru kreator dan mitra berbagai bidang. Meskipun demikian, pengembangan konten kejuruan, khususnya untuk SMK, masih menjadi prioritas lanjutan.
Pada sisi lain, akses layanan juga terus diperluas agar dapat digunakan tidak hanya melalui akun belajar, namun juga secara umum dengan beberapa batasan fitur.
Baca juga: Panduan Cara Mengakses Rumah Pendidikan, Platform Layanan Pendidikan TerintegrasiAgar bisa mencapai tujuan Rumah Pendidikan itu sendiri,
Kemendikdasmen bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Program Sapa Sekolah dengan menyosialisasikan super aplikasi "Rumah Pendidikan", dengan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan sesi coaching dalam kelompok kecil guna memperkenalkan fitur-fitur aplikasi secara langsung kepada penggunanya.
![Kemendikdasmen Prioritaskan Pengembangan Konten Bidang Kejuruan di Platform Rumah Pendidikan]()
Ketua Kelompok Kerja Jejaring dan Kemitraan Pusdatin, Kemendikdasmen, Tuti Alawiyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan digital kepada satuan pendidikan.
"Ini bagian dari upaya jemput bola. Kami ingin guru dan siswa memahami langsung bagaimana memanfaatkan Rumah Pendidikan, terutama Ruang GTK dan Ruang Murid. Harapannya, peserta yang hadir dapat mengimbaskan pengetahuan ini kepada guru-guru lainnya di sekolah masing-masing," ungkapnya saat berkunjung ke SMP Negeri 95 Jakarta Utara, dikutip Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan, pengembangan konten kejuruan, khususnya untuk SMK, hingga saat ini masih menjadi prioritas lanjutan.
Rumah Pendidikan yang digadang-gadang sebagai super aplikasi tersebut harus diimbangi juga dengan kesiapan para pendidik agar tujuan diadakannya platform tersebut bisa terwujud.
Baca juga: Ini Delapan Fitur Utama di Rumah PendidikanKepala Subbag Tata Usaha Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Is Budiana, menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi perubahan karakter peserta didik yang kini adalah
digital native.
"Dengan hadirnya Rumah Pendidikan, guru dituntut tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, namun juga memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Transformasi digital bukan soal aplikasi, tetapi bagaimana menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, adaptif, dan memerdekakan murid," ujarnya.
Is Budiana juga menitipkan pesan kepada para peserta untuk terlibat aktif, menjadi agen perubahan di sekolah, dan menempatkan kebutuhan belajar murid sebagai prioritas. Ia menilai tantangan urban seperti mobilitas tinggi, budaya digital, hingga kerentanan sosial menuntut sekolah memperkuat karakter positif dan keterhubungan dengan orangtua.
Sementara menurut Kepala SMP Negeri 95 Jakarta, Pramono, Rumah Pendidikan merupakan solusi pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan murid masa kini. "Yang penting adalah bagaimana kita mempraktikkan di sekolah dan mendiseminasikannya kepada rekan guru. Informasi harus sampai agar aplikasi ini benar-benar dimanfaatkan dalam pembelajaran sehari-hari," ujarnya.
Baca juga: Mendikdasmen Perkenalkan Rumah Pendidikan dalam Sidang Pleno AEMM di Korea SelatanMelalui konten kurasi, video, game edukasi, hingga artikel pembelajaran, ia menyampaikan bahwa Ruang Murid memudahkan guru dan meningkatkan minat belajar peserta didik. "Dengan satu akses, anak-anak bisa mengeksplorasi materi secara mandiri dan merasakan
joyful learning," ungkap Dwi.
Namun perlu diingat bahwa keberhasilan implementasi Rumah Pendidikan juga memerlukan kesiapan infrastruktur, keterampilan digital tenaga pendidik, serta dukungan kebijakan yang konsisten agar transformasi pembelajaran dapat tercapai optimal, sejalan dengan visi Kemendikdasmen untuk mewujudkan
Pendidikan Bermutu untuk Semua.
(lsi)