home edukasi & pesantren

Menjadi Guru Ala Rasulullah, Mengajar dengan Hati dan Pandangan Kasih Sayang

Kamis, 16 Desember 2021 - 16:19 WIB
Ilustrasi seorang Kiai mengajar santri (foto: langit7.id/istock)
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya, mengatakan, seorang guru memiliki tanggung jawab besar di pundak. Dalam mengajar, guru tidak cukup hanya menyampaikan ilmu dengan kecerdasan otak dan kefasihan lisan saja. Namun harus menghadirkan hati saat mengajar.

Teladan menghadirkan hati dalam mengajar adalah Rasulullah SAW. Beliau adalah guru terbaik sepanjang masa. Pandangan Rasulullah SAW kepada siapapun adalah pandangan penuh kasih. Baginda nabi tidak pernah memandang orang dengan pandangan merendahkan. Beliau selalu melihat orang dengan pandangan kasih dan penuh doa.

Nabi Muhammad merupakan manusia terhebat yang pernah ada di muka bumi. Tapi, beliau memiliki sikap tawadhu yang sangat tinggi. Dia tidak mendidik dengan kesombongan, karena kesombongan membuat orang susah mendapat ilmu. Kesombongan menjadi penyebab ilmu tidak akan sampai ke murid.

Baca Juga:Teladan Adab Imam Malik dan Imam Syafi’i dalam Menuntut Ilmu

“Yang perlu ditata adalah hati. Hendaknya guru selalu memandang murid atau siapapun yang belajar dengan pandangan kasih sayang. Bukan pandangan meremehkan dan merendahkan,” kata Buya Yahya melalui kanal youtube Al-Bahjah TV, dikutip Kamis (16/12/2021).

Hal yang penting diketahui guru bahwa derajat seorang guru akan langsung jatuh jika melihat murid dengan pandangan meremehkan.

“Ustadz itu akan menjadi mulia, karena ada murid. Tanpa murid, tidak akan disebut sebagai ustadz. Suatu majelis mendapat berkah dari Allah bukan karena ustadznya, tapi karena ada muridnya juga,” kata Buya Yahya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
guru peran guru teladan rasulullah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya