Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menjadi Guru Ala Rasulullah, Mengajar dengan Hati dan Pandangan Kasih Sayang

Muhajirin Kamis, 16 Desember 2021 - 16:19 WIB
Menjadi Guru Ala Rasulullah, Mengajar dengan Hati dan Pandangan Kasih Sayang
Ilustrasi seorang Kiai mengajar santri (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya, mengatakan, seorang guru memiliki tanggung jawab besar di pundak. Dalam mengajar, guru tidak cukup hanya menyampaikan ilmu dengan kecerdasan otak dan kefasihan lisan saja. Namun harus menghadirkan hati saat mengajar.

Teladan menghadirkan hati dalam mengajar adalah Rasulullah SAW. Beliau adalah guru terbaik sepanjang masa. Pandangan Rasulullah SAW kepada siapapun adalah pandangan penuh kasih. Baginda nabi tidak pernah memandang orang dengan pandangan merendahkan. Beliau selalu melihat orang dengan pandangan kasih dan penuh doa.

Nabi Muhammad merupakan manusia terhebat yang pernah ada di muka bumi. Tapi, beliau memiliki sikap tawadhu yang sangat tinggi. Dia tidak mendidik dengan kesombongan, karena kesombongan membuat orang susah mendapat ilmu. Kesombongan menjadi penyebab ilmu tidak akan sampai ke murid.

Baca Juga: Teladan Adab Imam Malik dan Imam Syafi’i dalam Menuntut Ilmu

“Yang perlu ditata adalah hati. Hendaknya guru selalu memandang murid atau siapapun yang belajar dengan pandangan kasih sayang. Bukan pandangan meremehkan dan merendahkan,” kata Buya Yahya melalui kanal youtube Al-Bahjah TV, dikutip Kamis (16/12/2021).

Hal yang penting diketahui guru bahwa derajat seorang guru akan langsung jatuh jika melihat murid dengan pandangan meremehkan.

“Ustadz itu akan menjadi mulia, karena ada murid. Tanpa murid, tidak akan disebut sebagai ustadz. Suatu majelis mendapat berkah dari Allah bukan karena ustadznya, tapi karena ada muridnya juga,” kata Buya Yahya.

Dalam satu majelis ilmu, orang yang paling dekat dengan Allah bukan ditentukan oleh status guru dan murid. Tapi, orang yang paling dekat Sang Maha Pencipta adalah para pemilik hati paling tulus. Tulus dalam menuntut ilmu maupun tulus dalam menyampaikan ilmu.

“Pandangan kasih itu membuat selalu mendoakan orang yang dilihat. Kita perlu menghidupkan hati. Pandangan ini penting, orang awam saja dianggap salah jika melihat orang lain dengan pandangan merendahkan, apalagi seorang ustadz,” ucap Buya Yahya.

Agar seorang guru bisa mengajar dengan hati, ia harus bisa menata hati. Salah satu cara menata hati adalah dengan mendoakan murid. Imam Nawawi mengatakan, seorang guru yang lupa mendoakan muridnya sudah termasuk ketidakseriusan. Bahkan, dia menganjurkan setiap guru mendirikan shalat sebelum shalat. Setelah shalat, hendaknya berdoa agar Allah membimbing para murid yang menerima ilmu dan guru sebagai penyampai.

Baca Juga: 10 Adab Guru dalam Mengajar: Wajib Luruskan Niat dan Penuh Kasih Sayang

“Seharusnya, seorang guru itu pada malam hari sudah mengadu kepada Allah, tentang aktivitas mengajar mengajar besok. Mendoakan agar orang diajar mendapat bimbingan dari Allah,” tutur Buya Yahya.

Berdoa kepada Allah sebelum mengajar adalah perkara sangat dianjurkan. Bukan hanya fokus memperbaiki materi, berlatih berbicara fasih, dan lain sebagainya. Hati yang bersih menjadi salah satu penyebab hidayah Allah datang.

“Kalau ada guru yang merendahkan murid, ilmu tidak akan pindah. Kalau guru yang merendahkan, ilmu tidak akan tersampaikan. Yang paling penting adalah bagaimana hati saat mengajar seorang murid, sudahkah kita memandang mereka dengan pandangan kasih sayang dan cinta?” kata Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)