home masjid

Sejarah Shalat Ghaib yang Pernah Dilakukan Rasulullah

Kamis, 16 Desember 2021 - 21:00 WIB
Ilustrasi shalat ghaib. (Foto: iStock).
Shalat ghaib merupakan shalat jenazah di mana mayit berada di tempat yang jauh atau tidak ada di hadapan orang-orang yang shalat. Shalat ghaib pernah dilakukan Rasulullah ketika menyhalatkan sahabat yang wafat yang jauh dari Madinah dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bisa menyaksikan kematian dan penguburannya.

Menurut riwayat, Rasulullah pernah melakukan shalat ghaib atas empat jenazah sepanjang hidupnya. Namun, riwayat yang sahih adalah saat Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam melakukan shalat ghaib untuk Raja Najasyi di negeri Habasyah. Di antaranya adalah hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkata;

نَعَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِلَى أَصْحَابِهِ النَّجَاشِيَّ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَصَفُّوا خَلْفَه فَكَبَّرَ أَرْبَعً

Artinya: Nabi memberitakan kepada para sahabatnya tentang kematian Al-Najasyi, kemudian beliau maju (unutk mengimami), maka kami membuat shaf di belakang beliau, dan beliau bertakbir empat kali.

Baca Juga:5 Tema Khutbah Jumat tentang Mempersiapkan Kematian

Imam adz-Dzahabi rahimahullah menyatakan pada biografi An Najasyi, “Dia wafat di masa hidup Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat ghaib atasnya bersama para Sahabat Radhiyallahu anhum dan tidak benar Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat ghâib pada selainnya.”

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa sebagian ulama menganjurkan dilaksanakannya shalat ghaib bagi orang yang banyak memberikan manfaat dalam agama dengan harta, amalan, atau ilmunya. Namun bagi orang yang tidak seperti ini tidak perlu dilaksanakan shalat ghaib. Sedangkan pendapat ulama yang menyatakan bolehnya shalat ghaib bagi siapa saja, ini adalah pendapat yang paling lemah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
shalat gaib rasulullah saw dakwah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya