home edukasi & pesantren

Muhammadiyah Imbau Masyarakat Jangan Percaya Dokter yang Nyeleneh Bicara Covid-19

Selasa, 20 Juli 2021 - 17:00 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (foto: muhammadiyah.or.id)
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pendapat yang menyimpang terkait covid-19. Pihaknya menegaskan bahwa para ilmuwan medis dikenal sebagai kelompok yang memiliki standar ketat dalam memutuskan perkara. Dalam proses pengambilan keputusan, mereka memakai kesepakatan yang kebenarannya berlaku universal di semua tempat atau dalam bahasa agama disebut ijtihad jama’i.

Oleh karena itu,dia meminta agar masyarakat tidak terjebak pada pernyataan satu dua orang yang berbeda pendapat dari hasil ijtihad jama’i itu. Dia menyebut anggapan satu dua ilmuwan yang menyelisihi kebenaran universal tidak mampu membatalkan kebenaran ijtihad jama’i.

“Walaupun ada orang yang berbeda ya kita ambil gampangnya saja. kalau dari sejuta dokter itu percaya pada covid dan vaksinasi ada 1-2 yang miring dan tidak, gitu percaya yang banyak, jangan percaya yang sedikit. Dalam ilmu itu jelas pakai ijtihad jama’i. Bukan soal one man one vote, tidak ada hubungannya itu,” kata Haedar Nashir, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Selasa (20/7/2021).

Dia mencontohkan lembaga Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Dalam lembaga itu, semua keputusan yang diambil berdasarkan ilmu, dari ahli epidemiologi, para dokter, kemudian ahli-ahli sains yang lain. Jadi, semua keputusan berdasarkan ilmu.

Haedar lalu mengingatkan, semua perkataan akan tercatat dan harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Dia meminta agar semua masyarakat mengedepankan para ilmuwan sebagai rujukan atas suatu masalah. Bukan mengikuti satu dua orang yang sengaja melempar opini ke publik.

“Allah berfirman (dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan seluruh tubuh akan dimintai pertanggungjawaban). Maka jangan sampai berkata berbuat tanpa ilmu,” kata Haedar mengutip ayat 36 Surat Al-Isra’.
(jqf)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 muhammadiyah haedar nashir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya