Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 17 Desember 2021 - 22:05 WIB
Ilustrasi alat tes PCR Covid-19. (Foto: Langit7.id/iStock)
Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengumumkan adanya kasus pertama varian Omicron di negaranya pada Kamis (16/12). Pasien Covid-19 itu tiba di Auckland dari Jerman melalui Dubai pada 10 Desember.
Berdasarkan laporan Kemenkes Selandia Baru, pasien tersebut telah divaksinasi secara lengkap dengan dua dosis vaksin Pfizer. Dan saat ini sedang menjalani isolasi di Christchurch.
Baca juga:Orang Tertua di Prancis Meninggal Dunia Akibat Covid-19
"Pengurutan keseluruhan genom atau Whole Genome Sequencing (WGS) telah mendeteksi kasus pertama varian omicron di Selandia Baru," bunyi pernyataan Kemenkes Selandia Baru.
Direktur Jenderal Kesehatan Dr. Ashley Bloomfield, mengatakan bahwa sementara kedatangan varian baru sangat mengkhawatirkan. Namun, Selandia Baru berada di posisi yang tepat untuk menangani kasus omicron.
"Kami tahu seberapa cepat Omicron telah menyebar secara global. Jadi penting untuk memastikan setiap kasus perbatasan yang terdeteksi menjalani pengurutan genom yang mendesak," kata Dr. Ashley.
Baca juga:Satgas Covid Imbau Warga Tunda Perjalanan ke Luar Negeri
Berdasarkan laporan Kemenkes Selandia Baru, pasien tersebut telah divaksinasi secara lengkap dengan dua dosis vaksin Pfizer. Dan saat ini sedang menjalani isolasi di Christchurch.
Baca juga:Orang Tertua di Prancis Meninggal Dunia Akibat Covid-19
"Pengurutan keseluruhan genom atau Whole Genome Sequencing (WGS) telah mendeteksi kasus pertama varian omicron di Selandia Baru," bunyi pernyataan Kemenkes Selandia Baru.
Direktur Jenderal Kesehatan Dr. Ashley Bloomfield, mengatakan bahwa sementara kedatangan varian baru sangat mengkhawatirkan. Namun, Selandia Baru berada di posisi yang tepat untuk menangani kasus omicron.
"Kami tahu seberapa cepat Omicron telah menyebar secara global. Jadi penting untuk memastikan setiap kasus perbatasan yang terdeteksi menjalani pengurutan genom yang mendesak," kata Dr. Ashley.
Baca juga:Satgas Covid Imbau Warga Tunda Perjalanan ke Luar Negeri